Percepat Pemulihan Konflik Warga 2 Desa di Buton, Kemensos Buka Klinik Psikolog

Andhy Eba, Antara ยท Kamis, 13 Juni 2019 - 07:46:00 WIB
Percepat Pemulihan Konflik Warga 2 Desa di Buton, Kemensos Buka Klinik Psikolog
Puluhan personel TNI AD membantu membangun kembali dan memperbaiki 87 rumah warga di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sultra, yang dibakar saat bentrokan dengan warga Desa Sambuapalo, Sabtu (8/6/2019). (Foto: iNews/Andhy Eba)

KENDARI, iNews.idKementerian Sosial (Kemensos) RI akan membuka klinik psikolog untuk mempercepat proses pemulihan konflik sosial antarwarga Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra). Klinik itu sekaligus untuk mengungkap bibit konflik di konflik masyarakat.

“Setiap konflik, kericuhan dan bentrok antarkelompok atau komunitas tertentu pasti ada pemicuh. Salah satu cara mengungkap bibit konflik di masyarakat maka Kemensos akan menghadirkan dokter psikolog,” kata Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita di Kendari, Kamis (13/6/2019).

Rekomendasi ahli psikolog dapat menjadi rujukan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memulihkan kondisi sosial masyarakat di wilayah terjadinya konflik.

“Secara kasat mata pengrusakan terjadi karena ulah seseorang atau sekelompok orang. Namun, penyebab seseorang melakukan tindakan diluar kewajaran tidak boleh disimpulkan dari asumsi tetapi diperlukan keterlibatan para ahli,” katanya.


Selain menghadirkan program klinik psikolog di daerah konflik atau daerah rawan konflik, Kemensos juga mengoptimalkan potensi kearifan lokal yang dapat meminimalisasi kesenjangan kehidupan sosial antarwarga atau kelompok setempat.

Pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah akan membangun gedung serbaguna yang diperuntukan penggunaannya bagi para pihak yang bersengketa.

“Gedung serbaguna dapat digunakan untuk kegiatan olahraga, budaya, seni, ritual dan lain lain yang positif. Harapan kita warga membaur atau hidup tanpa sekat,” ujar Agus.

Kemensos juga berkomitmen menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) lebih efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel.


Gubernur Sultra, Ali Mazi mengapresiasi program klinik psikolog di daerah bencana sosial untuk menelisik penyebab terjadinya kesalahpahaman antarwarga yang berujung pada konflik.

“Bencana alam dan bencana sosial adalah duka kita semua. Tidak perlu saling mengungkit siapa salah dan siapa yang benar. Yang terpenting saat ini menolong saudara-saudara kita yang mengalami kesusahan,” katanya.

Gubernur Sultra sebelumnya juga mengatakan, Pemprov Sultra bersama Pemkab Buton dan aparat terkait menjamin memulihkan kembali suasana keamanan dan kenyamanan di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo. Warga kedua desa itu diharapkan bisa menjalin hubungan yang harmonis pascabentrok pada Rabu (5/6/2019) lalu.


Editor : Maria Christina