Penjelasan BMKG soal Penyebab Gempa Bumi M5,2 di Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera

Donald Karouw ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 14:06 WIB
Penjelasan BMKG soal Penyebab Gempa Bumi M5,2 di Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Gempa bumi tektonik bermagnitudo M5,2 mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera, Selasa (7/7/2020), pukul 13.16 WIB. Episenter gempa terletak pada koordinat 7,29 LS dan 103,24 BT, atau tepatnya berlokasi di laut. Jaraknya 241 km dari arah Tenggara Pulau Enggano, Bengkulu, dengan kedalaman 10 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal. Gempa terjadi akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar naik atau thrust fault," kata Rahmat dalam siaran pers yang diterima.

Rahmat mengatakan, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Kecamatan Limau Tanggamus dalam skala intensitas I-II MMI. Ini artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hingga pukul 13.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Rahmat.

BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah," kata Rahmat.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan mendapat informasi resmi yang hanya bersumber dari BMKG dan disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.


Editor : Maria Christina