Pengiriman 87 Kg Sabu dari Malaysia Pakai 2 Becak Laut Digagalkan Polda Riau

Banda Haruddin Tanjung ยท Senin, 11 Oktober 2021 - 14:37:00 WIB
Pengiriman 87 Kg Sabu dari Malaysia Pakai 2 Becak Laut Digagalkan Polda Riau
Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi menunjukkan barang bukti 87 kg sabu dari Malaysia saat konferensi pers di Mapolda Riau, Senin (11/10/2021). (Foto: iNew/Banda Haruddin Tanjung)

PEKANBARU, iNews.id - Penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 87 kilogram (kg) dari Malaysia dengan menggunakan becak laut berhasil digagalkan Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Polisi juga menangkap tujuh orang.

Kapolda Riau  Irjen Agung Setia Imam Effendi mengatakan, ketujuh tersangka yang ditangkap yakni, AS (20), MA (19), YF (30), MS (22), AS (20), DA (54), dan AG (52). Dari keterangan para pelaku, sabu bernilai miliaran rupiah itu akan dibawa ke berbagai provinsi di Pulau Sumatera.

"Kami tahu peredaran ini masih dikendalikan oleh kelompok-kelompok lama yang sudah beberapa kali terlibat dengan peredaran," ucap Kapolda Riau, Senin (11/10/2021).

Dia menjelaskan, polisi berhasil menggagalkan penyeludunpan sabu itu setelah mendapat informasi akan ada peredaran narkoba ke Dumai. Tim yang dipimpin AKBP Hardian selanjutnya menggeledah di Pondok Kayu Jalan Bangdes Sungai Parit, Kota Dumai.
 
"Dari lokasi kami menemukan boks berwarna biru berisikan lima buah tas berwarna hitam yang di dalamnya ada sabu sebanyak 87 bungkus. Dari lokasi diamankan lima orang tersangka," kata Kapolda.

Dari pengakuan kelima tersangka, bahwa barang bukti didapat dari dua transporter atau becak laut. Kedua tersangka pun berhasil ditangkap.

"Kedua becak laut ini berperan sebagai pembawa narkotika jenis sabu tersebut dari Boya atau lampu suar navigasi lalu lintas laut perbatasan Malaysia-Indonesia," kata jenderal polisi bintang dua itu.

Mereka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara paling singkat lima tahun, paling lama 20  tahun.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: