Pencarian Dihentikan, 7 Nelayan Tenggelam di Selat Sunda Belum Ditemukan

Antara ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 19:21 WIB
Pencarian Dihentikan, 7 Nelayan Tenggelam di Selat Sunda Belum Ditemukan
Basarnas Banten menghentikan pencarian tujuh nelayan Kapal Puspita Jaya yang tenggelam di Selat Sunda. (Foto: Humas Basarnas Banten)

PANDEGLANG, iNews.id - Basarnas Banten menghentikan pencarian tujuh nelayan KM Puspita Jaya yang tenggelam dihantam ombak di Teluk Labuan Pandeglang, Kamis (25/6/2020). Ketujuh nelayan itu hingga hari ketujuh pencarian sejak Kamis (18/6/2020) belum ditemukan.

Ketujuh nelayan tersebut masing-masing Jamal (25), Sancan (35), Rasmin (30), Tastirah (50), Suri (50), Boler (30) dan Joni (30).

"Kami menghentikan pencarian itu, namun tetap dilakukan pemantauan," kata Humas Basarnas Banten, Sito Warsito.

Pencarian terhadap tujuh nelayan tersebut dilakukan tim SAR gabungan dengan menyisir perairan sekitar Ujung Kulon, Sumur, Pulau Panaitan, Pulau Rakata, Anyer hingga Pulau Sangiang.

Selain itu,pencarian di Kota Agung, Tanjung Belimbing di bagian selatan Lampung, dan Kota Jawa, Bengkunat di Pesisir Barat.

Namun, ketujuh nelayan tersebut hingga hari ketujuh belum ditemukan sehingga pencarian dihentikan, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan.

Apabila, nelayan menemukan mayat mengambang di sekitar Perairan Selat Sunda maka diminta segera melapor ke Basarnas.

Selama ini, Tim SAR Gabungan mengalami kesulitan pencarian ketujuh nelayan tersebut karena cuaca buruk disertai gelombang tinggi dan angin kencang.

Disamping itu juga arus telah menyeret ketujuh nelayan dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP) ke lokasi lain.

"Kami besok malam akan mengundang keluarga nelayan yang hilang untuk penghentian pencarian karena standar operasi (SOP) yang dilakukan tim SAR selama tujuh hari sudah dilaksanakan," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki