Penangkapan Terduga Teroris, Polda Kalteng: Mereka Ingin Rekrut Anggota Baru

Antara · Jumat, 24 Desember 2021 - 08:26:00 WIB
Penangkapan Terduga Teroris, Polda Kalteng: Mereka Ingin Rekrut Anggota Baru
Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Kismanto Eko Saputro. (Foto: Antara/Adi Wibowo)

PALANGKARAYA, iNews.id - Tiga terduga teroris di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dan Palangkaraya yang ditangkap, Rabu (23/2021) berencana merekrut anggota baru. Namun, aksi mereka tercium Densus 88 Antiteror.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Kismanto Eko Saputro mengatakan, anggota baru itu direktrur untuk melancarkan aksi teror yang sudah direncanakan. 

"Para terduga teroris yang ditangkap itu terlebih dahulu akan melakukan perekrutan anggota baru untuk melancarkan aksi teror di sejumlah wilayah di provinsi ini," kata Eko di Palangkaraya, Kamis (23/12/2021).

"Tetapi sebelum mereka ingin melancarkan aksinya telah ditangkap anggota kepolisian yang sudah mencium niat dan pergerakan jahat mereka," katanya lagi.

Para terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri saat ini diamankan di Mako Brimob Kotawaringin Timur untuk menjalani pemeriksaan intensif. Saat ini Densus 88 Antiteror sedang melakukan pengembangan terkait adanya kelompok terduga Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan ISIS wilayah Timur Tengah.

Eko mengatakan sebenarnya ketiga terduga teroris yang ditangkap di kalteng ini merupakan warga Kalimantan Selatan. Namun salah satu di antara mereka saat itu hendak pulang ke Kota Banjarmasin dan menginap di sebuah hotel di Kota Palangkaraya.

Namun ketika berada di Hotel Hawai Jalan Bubut Kota Palangkaraya, pergerakan terduga teroris berinisial MA yang berstatus warga Kalsel itu ketahuan Tim Densus 88 sehingga yang bersangkutan langsung dibekuk.

"Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah senjata api rakitan laras panjang dan beberapa buku yang diduga ajaran sesat milik mereka," katanya.

Dengan adanya penangkapan tiga terduga teroris di Kalteng, maka kantor kepolisian di daerah ini telah meningkatkan kewaspadaan.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: