Pekanbaru Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Tebar 15 Posko Kesehatan untuk Warga

Ilma De Sabrini ยท Senin, 16 September 2019 - 19:30:00 WIB
Pekanbaru Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Tebar 15 Posko Kesehatan untuk Warga
Warga memanfatkan pelayanan kesehatan di Posko Rumah Singgah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau, Senin (16/9/2019). (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, iNews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau ikut membuka posko pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemprov Riau juga mendirikan “Posko Rumah Singgah Warga Terdampak Asap” yang tersebar di 14 titik lokasi di Kota Pekanbaru sehingga total rumah singgah ada di 15 lokasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, setiap posko dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan medis sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan RI. Peralatan itu seperti kasur lipat (velbed), tabung oksigen, regulator, tabung oksigen kecil, selang oksigen, dan alat pengukur tekanan darah.

“Kemudian, obat-obatan, hingga makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita serta perlengkapan medis lainnya. Selain itu, di masing-masing posko juga disiagakan satu mobil ambulans,” ujar Agus dalam keterangan persnya, Senin (16/9/2019).

Agus mengatakan, posko kesehatan ini buka setiap hari dari pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB, dan mulai dioperasikan sejak Minggu (15/9/2019) hingga akhir masa siaga darurat, Kamis (31/10/2019) mendatang. Seluruh masyarakat bisa memperoleh pelayanan seperti konsultasi, cek kesehatan, cek tekanan darah, dan pemberian pernapasan menggunakan oksigen.

Seluruh masyarakat juga bisa mendapatkan fasilitas masker yang bisa didapatkan secara gratis dengan penanganan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

“Rumah singgah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain dapat mengurangi dampak negatif dari asap karhutla, pelayanan tersebut sekaligus sebagai tanda bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk pelayanan yang terbaik,” katanya.


Salah satu warga, Farida (34), telah merasakan manfaatk Posko Rumah Singgah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau. Dia merasa terbantu dengan adanya posko tersebut.

“Aktivitas saya terganggu karena asap. Sudah seminggu sekolah libur. Saya ajak anak untuk mendapat fasilitas kesehatan ini dari pemerintah,” ujar Farida.

Posko Rumah Singgah Kantor Dinas PUPR Provinsi Riau ini telah melayani 95 pasien hingga hari ini, Senin (16/9/2019). Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 13 pasien dinyatakan positif terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sedangkan 1 pasien sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Asap dari karhutla yang menyelimuti sebagian besar wilayah Bumi Lancang Kuning ini juga disebabkan faktor tidak adanya angin. Akibatnya, asap terus terperangkap di wilayah Riau.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, untuk membersihkan udara dari polusi jahat, bisa dilakukan dengan alat seperti air purify. Namun, solusi terbaik dari masalah asap dan karhutla saat ini hujan.

“Di wilayah ini tidak ada angin, jadi asap tidak bisa ke mana-mana. Air purify dibutuhkan, tapi hujan yang bisa menyelesaikan masalah,” ujar Yuliani.

Dinkes Provinsi Riau bersama unsur terkait lainnya akan terus memantau dan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak asap karhutla. Seluruh pihak baik dari masyarakat, dunia usaha, pemerintah serta media diharapkan ikut mendukung.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: