PDP Corona di Kota Sorong Papua Barat Meninggal, Hasil Swab Belum Keluar

Chanry Andrew Suripatty · Kamis, 26 Maret 2020 - 21:05 WIB
PDP Corona di Kota Sorong Papua Barat Meninggal, Hasil Swab Belum Keluar
Wali Kota Sorong dan Forkompinda usai rapat dadakan soal status OPD WNA Malaysia. (Foto: iNews/Andrew).

SORONG, iNews.id - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) yang di rawat di Rumah Sakit Sele Besolu Kota Sorong, Papua Barat meninggal dunia, Kamis (26/3/2020) pagi tadi sekitar pukul 07.45.WIT.

Pasien berjenis kelamin perempuan ini langsung dimakamkan sesuai prosedur penanganan pasien Covid-19. Hingga saat ini, belum diketahui apakah pasien tersebut positif terinfeksi virus corona, karena hingga saat ini hasil pemeriksaan laboratorium korban di Balitbangkes Jakarta belum keluar.

Juru Bicara Tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Kota Sorong, Ruddy R Laku mengatakan, sebelum di rawat di rumah sakit, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan, 11 Maret 2020 lalu. 

Pasien dengan kode 04 tersebut telah dirawat sejak 21 maret lalu di RS Selebe Solu, kota Sorong. Sebelumnya pasien tersebut sempat di rawat jalan di RS Mutiara kota Sorong, 16 Maret 2020 dengan keluhan demam, lemas dan maag.

Lalu pada 19 Maret 2020, korban kembali dilarikan ke RS Mutiara dengan keluhan nyeri pada uluhati. Selanjutnya, 21 Maret 2020 pasien akhirnya dirujuk ke RS Selebesolu karena kondisi pasien semakin menurun dan memiliki keluhan mirip dengan gejala tertular Covid-19. 

"Tadi pagi pada pukul 07.45 WIT di Rumah Sakit Sele Be Solu, satu orang pasien dalam pengawasan telah meninggal dunia," ungkap Ruddy R Laku dalam rilis update corona di Kota Sorong, Kamis (26/3/2020).  

Ruddy menjelaskan, PDP yang meninggal dunia dirawat di RS Sele Be Solu sejak 21 Maret 2020. Setelah meninggal dunia, tenaga medis di RS Sele Be Solu langsung mengurus jenazah sesuai Standar Operasional (SOP) yang berlaku.

Jenazah PDP langsung dibawa dari kamar jenazah RS Sele Be Solu menuju ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) KM 10 Masuk, Kota Sorong, Papua Barat. Para petugas yang mengurus jenazah juga sesuai dengan SOP, menggunakan alat pelindung diri (APD). 

"Jenazah pasien tersebut tidak dibawa pulang ke rumah duka, tapi langsung dibawa dari kamar jenazah menuju TPU. Petugas yang mengurus jenazah, menggunakan APD sesuai SOP. Pasien dalam pengawasan yang meninggal dunia ini, termasuk dalam lima sampel tahap pertama yang dikirim untuk diperiksa di Balitbangkes Kementerian Kesehatan Jakarta. Sampai sekarang kita masih menunggu hasilnya dari Jakarta, kalau hasilnya sudah ada kita akan kembali mengupdate lebih lanjut," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki