PDP Corona di Banda Aceh Berusia 56 Tahun Meninggal, Korban sempat ke Bogor

Antara ยท Senin, 23 Maret 2020 - 19:15:00 WIB
PDP Corona di Banda Aceh Berusia 56 Tahun Meninggal, Korban sempat ke Bogor
Pemerintah mengumumkan data terbaru pasien positif virus corona. (Foto: istimewa)

BANDA ACEH, iNews.id - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh meninggal dunia, Senin (23/3/2020).

Warga Lhokseumawe yang berstatus PDP Covid-19 itu mengembuskan napas terakhir Senin siang pukul 12.45 WIB. Pria berinisial AA (56) tersebut memiliki riwayat perjalanan ke transmisi lokal Covid-19 yakni Surabaya dan Bogor.

“Pasien ini belum bisa disimpulkan positif COVID-19, statusnya masih PDP," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani.

Dia menjelaskan, sebelumnya pasien tersebut berangkat ke luar daerah pada Selasa (3/3/2020) lalu. Kemudian tiga hari berada di Kota Bogor dan juga tiga hari di Surabaya, selanjutnya kembali ke Aceh.

Saifullah mengatakan, pada Senin (16/3), pasien tersebut berobat ke Rumah Sakit PT Arun Lhokseumawe, karena memiliki gejala sesak napas. Namun karena kondisi semakin memburuk maka diputuskan untuk dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin sebagai rumah sakit rujukan pasien corona.

“Dalam perawatan rumah sakit (pasien) memiliki gejala sesak napas, kemudian dilakukan pemeriksaan sesuai SOP penanganan pasien Covid-19. Pemeriksaan swab (sampel lendir) dan juga pemeriksaan penunjang lain," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif mengatakan pihaknya belum menerima hasil swab PDP Covid-19 tersebut dari Badan Litabangkes Kementerian Kesehatan untuk mengetahui positif atau negatif corona.

Swab yang telah dikirim ke Balitbangkes di Jakarta tersebut membutuhkan waktu tiga hingga empat hari untuk diketahui hasilnya negatif atau positif corona.

Dia mengatakan, pasien tersebut meninggal dunia dengan kondisi diagnosa terakhir infeksi paru-paru (pneumonia), yang diduga penyebabnya karena virus corona berdasarkan gelaja yang diderita.

Menurutnya, jika hasil swab dari Balitbangkes Kemenkes nantinya menyatakan pasien tersebut positif corona maka penyebab meninggal dunia diakibatkan terinfeksi virus mematikan itu.

"Kalau (hasil Balitbangkes) negatif berarti (meninggal) Pneumonia biasa, non-Covid-19," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki