Paus Terdampar di Buton Utara Diperkirakan Sudah 4 Hari Mati

Andhy Eba, Sindonews ยท Minggu, 07 Juli 2019 - 18:10 WIB
Paus Terdampar di Buton Utara Diperkirakan Sudah 4 Hari Mati
Bangkai paus terdampar di Pantai Gusi, Buton Utara. (Foto: Sindonews).

BUTON UTARA - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), memperkirakan paus sepanjang 9,6 meter di Pantai Gusi sudah mati sejak empat hari lalu. Karena itulah bangkai mamalia tersebut mulai menimbulkan bau busuk menyengat.

Kepala Seksi Sapras Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Buton Utara, Haidar Ha'ruff mengatakan, dalam waktu dekat ini bangkai paus sperma tersebut akan dievakuasi. Hal ini dilakukan untuk timbulnya parasit yang muncul dari bangkai ikan tersebut.

"Tiga langkah akan dilakukan, bangkai paus ini akan dikubur, dibakar atau menariknya ke tengah laut," ujar Haidar saat dikonfirmasi wartawan di Kabupaten Buton Utara, Sultra, Minggu (7/7/2019).

Untuk penyebab kematian, kata dia, pihak dinas belum mengetahui pasti. Namun dipastikan banyak luka di beberapa bagian tubuh paus, termasuk bekas gigitan ikan-ikan.

Sebelumnya, bangkai paus sepanjang 9,6 meter terdampar di pesisir Pantai Gusi, Kecamatan Kulisusu. Keberadaan paus ini sempat menggegerkan warga setempat.

Warga sekitar, Rachmat mengatakan, bangkai paus mulai membusuk dan menimbulkan aroma menyengat. Dia menyayangkan lambannya pemerintah untuk mengevakuasi bangkai paus yang dapat mencemari lingkungan sekitar.

"Jika dilihat dari ciri fisik ikan tersebut terdapat banyak luka-luka akibat gigitan ikan lain dan gesekan air ombak," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal