Pasien Positif Covid-19 di Aceh Barat Kabur, Keluarga dan Tetangga Dikarantina

Afsah ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 20:15 WIB
Pasien Positif Covid-19 di Aceh Barat Kabur, Keluarga dan Tetangga Dikarantina
Tim Gugus Tugas Covid-19 Aceh Barat saat menjemput pasien positif corona yang kabur dari rumah. (Foto: iNews/Afsah)

ACEH BARAT, iNews.id - Seorang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, kabur saat akan dijemput tim Gugus Tugas Covid-19. Pasien yang baru tiba dari Depok, Jawa Barat itu dinyatakan positif setelah hasil swab-nya keluar. Saat akan dijemput di rumahnya, pasien berinisial DFM sudah tak ada lagi di rumahnya Desa Ujong Drien, Meurebo, Aceh Barat.

Kaburnya pasien positif Covid-19 itu mengakibatkan seluruh anggota keluarga dan tetangga harus dikarantina selama 14 hari ke depan.

Mereka juga akan di lakukan tes swab terhadap orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien kabur tersebut.

Koordinator Pencegahan Covid-19 Aceh Barat, Mirsal mengaku sangat menyayangkan sikap pasien tersebut yang memilih kabur ketimbang dirawat.

“Kita sangat menyayangkan dia nggak mau tinggal dulu. Ini kan sangat merepotkan dan membahayakan karena bias menulari orang lain. Kita juga gima ya kesulitan cari satu orang di tengah banyaknya orang,” kata Mirsal, Kamis (25/6/2020).

Menurut Mirsal, pasien DFM baru dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab-nya keluar. Pasien itu sebelumnya bersama suami dan anaknya baru pulang dari Depok, Jawa Barat.

“Dari tiga orang yang test swab tersebut, satu dinyatakan positif. Sedangkan anak dan suaminya negatif,” ujarnya.

Dia mengatakan, petugas kini terus melakukan komunikasi dengan petugas Gugu Tugas Depok untuk menjemput pasien.

Mirsal juga berharap hasil swab keluarga dan tetangga pasien yang pernah kontak dengan pasien DFM semuanya negatif. “Ada 15-16 orang dari keluarga dan tetangga DFM yang kita karantina. Mudah-mudahan hasilnya nanti negatif semua,” ujarnya.

Selain mengarantina 16 orang, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Barat juga menutup sementara sejumlah toko tempat usaha yang pernah didatangi pasien tersebut.


Editor : Kastolani Marzuki