Pasien Covid-19 Kabur Naik Feri ke Wakatobi, 18 ABK KMP Ferry Bahteramas Dikarantina

Andhy Eba ยท Selasa, 07 Juli 2020 - 16:00 WIB
Pasien Covid-19 Kabur Naik Feri ke Wakatobi, 18 ABK KMP Ferry Bahteramas Dikarantina
Para ABK KMP Ferry Bahteramas II menjalani tes swab di atas kapal yang bersandar di Kabupaten Wakatobi, Sultra, Selasa (7/7/2020). (Foto: iNews/Andhy Eba)

WAKATOBI, iNews.id – Seorang pasien positif Covid-19 asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), kabur naik kapal feri ke Wakatobi, ketika hendak dikarantina, Sabtu lalu (4/7/2020). Akibat ulahnya, sebanyak 18 anak buah kapal (ABK) KMP Ferry Bahteramas II terpaksa harus dikarantina di atas kapal.

Seluruh ABK juga mesti menjalani tes swab yang dilakukan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Baubau, Selasa (7/7/2020). Pemeriksaan itu untuk memastikan mereka tertular virus corona atau tidak sekaligus mengantisipasi penyebaran Covid-19.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Baubau, Suharto mengatakan, usai menjalani tes swab, seluruh ABK kapal feri KMP Bahteramas II, mesti menjalani masa karantina di atas kapal. Karantina berlangsung selama kurang lebih 14 hari, sembari menunggu hasil tes swab.

“Selama masa karantina, mereka juga tidak boleh turun dari kapal. Jadi kapal tetap bersandar di pelabuhan. Seluruh ABK ini tetap dipantau oleh petugas dari kantor kesehatan pelabuhan,” kata Suharto, Selasa (7/7/2020).

Sebelumnya, seorang pasien Covid-19 asal Kota Baubau, Sultra, melarikan diri ke Wakatobi ketika hendak dikarantina oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat, Sabtu lalu. Pasien berhasil lolos ke Kabupaten Wakatobi menggunakan armada feri milik ASDP. Dari penelusuran diketahui pasien juga menggunakan identitas palsu untuk bisa naik ke atas kapal.

Selain berisiko menularkan virus corona pada seluruh penumpang dan kru kapal feri, ulah pasien tersebut juga membuat aktivitas kapal feri antarpulau lumpuh. Pasalnya, selama ini hanya satu armada milik ASDP, yaitu KMP Bahteramas II, yang melayani penumpang dan kendaraan tujuan Kabupaten Buton menuju Wakatobi dan sebaliknya.


Editor : Maria Christina