Pasien BPJS Meninggal di RSUD Bandar Lampung, Keluarga Korban Pukuli Perawat

Andres Afandi ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 21:30 WIB
Pasien BPJS Meninggal di RSUD Bandar Lampung, Keluarga Korban Pukuli Perawat
RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. (Foto: iNews/Andres Afandi)

BANDAR LAMPUNG, iNews.id - Pasien BPJS di Bandar Lampung meninggal dunia di selasar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek lantaran diduga tidak mendapat pelayanan maksimal. Detik-detik peristiwa meninggalnya pasien BPJS ini terekam video amatir warga dan viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 6.09 menit yang viral di media sosial itu memperlihatkan kepanikan keluarga yang kecewa dan marah atas buruknya pelayanan rumah sakit.

Dalam rekaman video tersebut, kedua orang tua korban berteriak histeris dan menangis lantaran kecewa karena anaknya tidak ditangani dengan baik saat dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek.

Pasien yang diketahui bernama Muhamad Rezki Mediansori (21), warga Desa Palaspasemah, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan ini merupakan pasien BPJS. Korban diduga terlantar lantaran tidak mendapatkan pelayanan yang baik di rumah sakit.

Korban yang diduga menderita sakit demam berdarah ini merupakan pasien rujukan dari RSUD Bob Bazar Kalianda Lampung Selatan.

“Dalam perjalanan, si korban sudah kejang-kejang. Pas tiba di rumah sakit, korban disuruh pihak rumah sakit untuk sementara di selasar dulu,” kata Ali, pengunjung rumah sakit, Selasa (11/2/2020).

Kebijakan pihak rumah sakit yang tidak langsung menempatkan korban ke ruang perawatan membuat keluarga pasien mengamuk. Mereka bahkan memukuli perawat. "Keluarga korban mengamuk sampai memukuli anak magang dan perawat," ucapnya.

Dia mengatakan, kondisi ruangan rumah sakit memang sudah penuh pasien, bahkan ada beberapa pasien yang harus menunggu hingga tiga hari untuk bisa dirawat di ruangan. “Saya sendiri kemaren sempet tiga hari nunggu ruangan kosong,” ujarnya.

Direktur Pelayanan RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, dokter Pad Dilangga membantah pihaknya menelantarkan pasien yang akhirnya meninggal dunia.

Menurut dia, pihak rumah sakit telah memberikan pelayanan dan tindakan medis dengan memasang infus dan memberikan oksigen kepada korban saat tiba di UGD. Korban kemudian dititipkan di ruang penyakit syaraf karena ruang kelas III penyakit dalam kondisi penuh.

“Kondisi pasien pas datang ke rumah sakit memang sudah kejang-kejang dan akhirnya meninggal pas di depan kamar waktu mau dipindahkan. Pasien bisa terjadi seperti itu karena kondisinya sudah berat,” katanya.

Namun, kata dokter Pad, keluarga pasien marah-marah dengan kondisi tersebut. Mereka tidak terima hingga mengamuk dan memukuli perawat. “Perawat sudah melakukan tindakan. Tiba-tiba, keluarga pasien marah-marah dan memukuli petugas, bahkan mencabut selang oksigen sehingga mengganggu proses penanganan kedaruratan yang menyebabkan pasien tidak tertolong,” ujarnya.

Sementara itu, jenazah Muhamad Rezki Mediansori telah dibawa keluarga ke kampung halaman untuk dimakamkan di Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan.


Editor : Kastolani Marzuki