Pascakasus Ledakan, Polisi Tutup 25 Sumur Minyak Ilegal di Jambi

Nanang Fahrurozi ยท Selasa, 19 Februari 2019 - 17:53 WIB
Pascakasus Ledakan, Polisi Tutup 25 Sumur Minyak Ilegal di Jambi
Salah satu sumur minyak ilegal yang meledak di Batanghari, Jambi, beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

JAMBI, iNews.id – Pascakasus meledaknya sumur minyak ilegal beberapa waktu lalu di Kabupaten Batanghari, Jambi, polisi mulai bertindak. Dengan menggandeng Pertamina, polisi menutup paksa puluhan titik sumur minyak yang dikelola masyarakat tanpa izin.

Sebelumnya, ledakan sumur minyak ilegal di Batanghari menewaskan seorang pekerja. Menindaklanjuti hal tersebut aparat langsung menutup 25 titik sumur minyak yang dikelola masyarakat tanpa izin, di area Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifudin.

"Penutupan ini dilakukan Minggu (17/2/2019) dengan memasukkan suckrod (besi pejal) pada lubang sumur dan semen. Tujuannya agar tidak dapat dibuka kembali oleh oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab," kata perwakilan Pertamina, Andrew, Senin (18/2/2019).


Menurutnya, penutupan ini terlaksana berkat sinergi antara Polda JamMenurut Anbi, Polres Batanghari, Pertamina EP dan TAC Pertamina-Pusako Betung Muaro Senami Jambi (PBMSJ).

Penutupan sumur minyak ilegal tersebut dipimpin langsung Dirkrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Daniel Yudho Ruhoro, Kapolres Batanghari AKBP M Santoso, Pertamina EP Asset 1 HSSE Operation Manager Sigit Isbiantoro, Pertamina EP Jambi Field Legal & Relation Assistant Manager Ari Rachmadi, dan PBMSJ Field Manager Niko Akmal.

“Penutupan sumur dilakukan melalui mekanisme penyemenan permanen sedangkan pada permukaan sumur dilakukan clearing menggunakan alat berat,” ucapnya.

Andrew menyebutkan Polres Batanghari juga menyita barang bukti berupa mesin motor, mini rig, besi-besi menara, tubing, katrol, timba/canting dan peralatan-peralatan lainnya yang selama ini digunakan untuk kegiatan pengeboran sumur tanpa izin. "Segala peralatan minyak ilegal sudah disita yang saat ini dalam pemeriksaan," ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra