Pascagempa 6,9 SR, Air PDAM di Lombok Kembali Keruh

Antara ยท Senin, 20 Agustus 2018 - 11:04 WIB
Pascagempa 6,9 SR, Air PDAM di Lombok Kembali Keruh
Pengungsi korban gempa bumi membawa air bersih di lokasi pengungsian di Desa Kayangan, Kayangan, Lombok Utara, NTB. (Foto: Antara)

LOMBOK BARAT, iNews.id - Air PDAM di Kabupaten Lombok Barat dan kota Mataram kembali keruh pascagempa bumi 6,9 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (19/8/2018) malam.

"Setelah gempa semalam, airnya kembali keruh. Begitu juga pada gempa yang pertama seminggu yang lalu juga airnya keruh seusai gempa," kata Mislaeni, salah satu warga di Dusun Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Senin (20/8/2018).

Dia mengatakan, pascagempa yang terjadi semalam praktis air PDAM tidak bisa digunakan lagi untuk keperluan memasak dan minum. Sebagai gantinya warga setempat mengganti dengan air sumur ataupun air dalam kemasan untuk sekedar memasak.

"Kalau memasak atau minum sudah tidak bisa dipakai lagi. Untuk sementara kita memakai air sumur atau air mineral," ujarnya.

Keruhnya air PDAM ini juga dirasakan warga kota Mataram, Yuliana. Bahkan, untuk minum ia dan keluarga membeli air dalam kemasan.

Sedangkan, untuk memasak dirinya tidak bisa dikarenakan ia belum berani masuk ke dalam rumah pascagempa bumi 7 SR yang terjadi pada Minggu malam.

"Ini aja kami tidur dari semalam di tenda-tenda bersama warga lain di komplek. Kalau untuk minum kita mengandalkan air dalam kemasan untuk sementara," katanya.

Sebelumnya, pada gempa bumi pertama dengan skala 7 SR yang terjadi pada Minggu (5/8/2018), air PDAM di wilayah Lombok juga berwarna keruh. Kondisi yang sama kembali terjadi sejak Minggu (19/8/2018).


Editor : Himas Puspito Putra