Webinar Leader Talk iNews

Pariwisata di Sabang Mulai Dibuka, Terbatas untuk Warga Aceh

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 15:39 WIB
Pariwisata di Sabang Mulai Dibuka, Terbatas untuk Warga Aceh
Webinar Leader Talk iNews bertajuk Jurus Aceh Terhindar dari Covid-19 digelar stasiun televisi iNews dan portal berita iNews.id, Kamis (2/7/2020). (Foto: iNews).

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah Kota Sabang mulai membuka kembali tempat-tempat wisata. Namun pembukaan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat demi mencegah penularan Covid-19.

Wakil Wali Kota Sabang Suradji Junus menuturkan, sektor pariwisata termasuk yang terpukul ketika Covid-19 melanda Indonesia. Sebagaimana daerah lain, Sabang juga menutup destinasi wisata demi mencegah penyebaran.

“Setelah adanya adanya new normal kita berikan kesempatan pelaku usaha membuka kembali usaha, pariwisata, suvenir, kuliner dan lain-lain, tapi terutama yang kita terima dahulu adalah masyarakat Aceh yang ber-KTP Aceh,” kata Suradji dalam Webinar Leader Talk iNews bertajuk Jurus Aceh Terhindar dari Covid-19, Kamis (2/7/2020).

Suradji menuturkan, Pemkot Sabang berupaya keras untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain penutupan tempat wisata, pada awal pandemi Pemkot juga menerapkan pembatasan di hampir semua sektor.

Untuk internal Aparatur Sipil Negara (ASN), misalnya, Pemkot Sabang membatasi kunjungan dinas ke luar daerah. Pada tempat-tempat publik dilakukan penyemprotan disinfektan.

Kepada masyarakat terdampak, Pemkot juga menyalurkan bantuan sembako. Di sisi lain, upaya pencegahan dilakukan dengan terus menyosialisasikan protokol kesehatan.

Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Sabang mempersiapkan petugas kesehatan dan ruang isolasi kepada masyarakat yang terpapar. Pada orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) dilakukan tes swab.

“Jika ada positif dan kita rasa tidak dapat menjalani isolasi mandiri, kita akan rujuk ke RS Zainal Abidin,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Suradji, masyarakat di Sabang termasuk patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Kendati demikian, Pemkot tidak akan longgar, terutama pada pintu masuk ke pulau ini.

Selain Suradji, Webinar Leader Talk iNews menghadirkan narasumber Direktur RSUD Zainoel Abidin Aceh Azharuddin, Ketua IDI Cabang Aceh Safrizal Rahman Guru Besar UIN Ar-Raniry Aceh Yusny Saby. Webinar disiarkan langsung melalui akun Youtube Official iNews dan iNews Portal serta portal berita iNews.id.

Sementara itu Yusny Saby mengingatkan, kesadaran masyarakt Aceh dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini. Dia menyayangkan ada kecenderungan masyarakat mulai abai sehingga kasus terkonfirmasi positif kini bertambah lagi.

Menurut dia, kasus positif di Aceh yang relatif sedikit karena pada awalnya masyarakat takut dengan virus corona. Kekhawatirkan itu membuat mereka sangat membatasi pergerakan. Namun belakangan, rasa takut itu mulai hilang.

“Sehingga ada yang tidak mengenakan masker, ada yang ke warung kopi dan sebagainya, sehingga itu (protokol) mulai kendor,” ucapnya.


Editor : Zen Teguh