Panglima TNI Imbau Warga Kembalikan 11 Pucuk Senjata Api Korban Heli di Papua

Edy Siswanto, Antara ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 20:30 WIB
Panglima TNI Imbau Warga Kembalikan 11 Pucuk Senjata Api Korban Heli di Papua
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Kapolres Jenderal Pol Idham Azis saat pelepasan empat jenazah prajurit TNI korban heli yang jatuh di Papua. (Foto: Puspenad)

JAYAPURA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengimbau masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua untuk sukarela menyerahkan 11 pucuk senjata api yang hilang, milik korban kecelakaan Helikopter Mi-17 di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Marsekal TNI Hadi meyakini senjata itu masih diamankan oleh masyarakat dan mereka juga tidak tahu terkait dengan situasi yang ada saat ini.

"Yang ditakutkan oleh kita semua bahwa nantinya disalahgunakan untuk hal-hal yang kurang baik," kata Panglima TNI seusai pelepasan empat jenazah korban Helikopter Mi-17, di Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (18/2/2020).

Hadi tidak memberikan tenggat waktu untuk pengembalian senjata, namun diharapkan secepatnya dapat dikembalikan.

"Ya secepatnya. Karena aparat kepolisian dan dibantu oleh tokoh agama maupun tokoh masyarakat, tadi saya sudah bertemu dengan beberapa tokoh, untuk bisa mendekati secara sukarela untuk mengembalikan 11 pucuk senjata itu termasuk amunisinya," ujarnya didampingi Kapolri Jenderal Idham Azis.

Disinggung bila senjata itu diamankan oleh kelompok yang berseberangan dengan NKRI, Panglima TNI menjawab, "Saya yakin masih di masyarakat," ujarnya.

Hadi mengatakan, saat ini masih dilakukan pendekatan ke masyarakat agar mereka bersedia menyerahkan senjata api tersebut. "Saat ini kami konsentrasikan untuk melakukan pendekatan. Dan kami sudah melihat foto-fotonya dan kita mendetect bahwa itu adalah bagian dari masyarakat. Nantinya kami langsung to the point kepada masyarakat tersebut yang tersebar di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang," katanya.

Menurut Hadi Tjahjanto, TNI sudah berkoordinasi dengan Polri terkait teknis pengembalian senjata api tersebut dari masyarakat.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Kapolri yang tentunya nanti Bapak Kapolri akan memerintahkan kepada Kapolda Papua, mengimbau kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, di Kabupaten Pegunungan Bintang untuk secara sukarela menyerahkan 11 pucuk senjata kepada aparat kepolisian dan nanti akan diserahkan kepada TNI," katanya.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengatakan, jajaranya sudah menyanggupi untuk membantu, bersama-sama dengan tokoh masyarakat untuk mengembalikan senjata tersebut.

Sebelumnya dilaporkan sebanyak 11 pucuk senjata api yang dibawa para personel TNI dalam Helikopter Mil MI-17 V5 yang jatuh di Pegunungan Mandala Papua, hilang. TNI menduga senjata-senjata tersebut diambil oleh warga desa di sekitar jatuhnya heli tersebut.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal Herman Asaribab membenarkan 11 pucuk senjata api yang dibawa oleh personel tidak ditemukan di antara puing-puing helikopter.

Hanya ditemukan 12 jenazah awak dan penumpang dari puing-puing helikopter yang hilang sejak delapan bulan lalu itu. "Pada saat pengambilan jenazah, senjatanya sudah tidak ada," ujar Pangdam, di Jayapura, Sabtu (15/2).

Pada 28 Juni 2019 lalu, Helikopter MI-17 yang tergabung pada Pusat Penerbangan TNI AD mengangkut 12 awak dan penumpang termasuk lima anggota Batalion Infanteri 725/WRG yang akan melaksanakan pergantian pos.

Heli tersebut terbang dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang pukul 11.44 WIT menuju Bandara Sentani, Jayapura.

Namun, heli itu tidak sampai ke tujuan dan hilang kontak. Para personel di heli itu membawa 7 jenis senapan serbu SS-1, 3 pistol, dan 1 pelontar granat alias GLM.


Editor : Kastolani Marzuki