Pangkas Birokrasi, Wali Kota Pontianak Diganjar 3 Penghargaan

Dani M Dahwilani ยท Sabtu, 23 Desember 2017 - 05:06 WIB
Pangkas Birokrasi, Wali Kota Pontianak Diganjar 3 Penghargaan
Wali Kota Pontianak Sutarmidji menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2017. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Keberanian mendobrak dinding birokrasi dan mempercepat proses perizinan membuat sebuah daerah menjadi incaran investor dan pusat pengembangan ekonomi. Sadar akan hal tersebut, Wali Kota Pontianak Sutarmidji melakukan berbagai perubahan dalam sistem pelayanan dan birokrasi di wilayahnya.

Dia berharap langkah tersebut dapat menarik investasi ke Pontianak sehingga perekonomian kota tersebut dapat terbangun dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Tidak heran, di tangan dingin Sutarmidji Pemerintah Kota Pontianak memborong tiga penghargaan sekaligus, antara lain Innovative Government Award (IGA) 2017 kategori kota dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang merupakan raihan ketiga kali Pontianak.

Kedua, Wali Kota Pontianak Sutarmidji diganjar penghargaan Leadership Award 2017. Penghargaan personal ini menyandingkan Wali Kota Pontianak dua periode ini dengan Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.  

Pemkot Pontianak dinilai berhasil dalam melakukan inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik dan bentuk inovasi lain, sesuai dengan urusan yang jadi kewenangan daerah.

"Penghargaan IGA kita sudah dua kali dapat, ini yang ketiga dan menunjukkan bahwa Pontianak sebagai kota yang betul-betul inovatif," ujar Sutarmidji, dalam keterangan tertulis yang dilansir, Sabtu (23/12/2017).

Penghargaan ketiga, Pemkot Pontianak mendapat anugerah dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI karena dinilai memiliki praktik terbaik dan unik dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Selain mendapatkan penghargaan dari LAN RI, Wali Kota Pontianak Sutarmidji menjadi pembicara dalam acara Local Government Capacity for Business Index (LGCB Index) "Doing Business in Indonesia: From Achievement to Sharing Best Practice" di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2017) lalu.

Sutarmidji membeberkan sejumlah terobosan yang dibuat pemerintah. Dia menceritakan kebijakan yang diambil dalam dunia usaha. Pontianak sebagai kota dagang dan jasa, mengupayakan pergerakan ekonomi dan iklim investasi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai terobosan, Pemkot Pontianak menyederhanakan proses, persyaratan, jumlah perizinan dan mengurangi atau menghapus biaya beberapa aturan. Hal itu dilimpahkan ke Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Perizinan satu pintu memudahkan urusan pengusaha. Efisiensi waktu dan tenaga pun didapat.

"Pemkot menyederhanakan perizinan, dari 99 jenis perizinan pada 2008, menjadi 14 jenis perizinan pada 2017. Saya maunya ke depan 10," ucap Sutarmidji.

Ditanya soal penghargaan yang diborongnya tiga sekaligus, Sutarmidji menerangkan, apa yang diraih bukan perkara gampang. Semua merupakan hasil kerja para aparatur sipil Pemerintah Daerah Pontianak, yang walau insentif tidak begitu besar, tapi mereka bisa menghasilkan kerja yang luar biasa.


Editor : Dani Dahwilani