Oknum TNI Jual Senjata ke KKB di Papua Dipenjara Seumur Hidup

Antara ยท Jumat, 13 Maret 2020 - 13:54 WIB
Oknum TNI Jual Senjata ke KKB di Papua Dipenjara Seumur Hidup
Terdakwa Pratu Demisia Arista Tefbana (28) anggota Kodim Mimika saat sidang putusan di Pengadilan Militer III-19 Mahmil Jayapura. (Foto: Antara)

JAYAPURA, iNews.idPengadilan Militer III-19 Mahmil Jayapura menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Prajurit Satu (Pratu) Demisia Arista Tefbana (28) anggota Kodim Mimika. Dia terbukti menjual amunisi dan senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Putusan ini disampaikan Hakim Ketua Letkol Chk Agus P Wijoyo Sh dengan Anggota Mayor Chk Dendy Suryo Saputro dan Mayor Laut Muhammad Zainal Abidin dalam sidang terbuka di kawasan Dok V, Kamis (12/3/2020) malam.

Terdakwa Pratu Demisia didakwa dengan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan dijatuhi hukuman tambahan, yakni dipecat dari dinas militer serta membayar biaya perkara sebesar Rp10.000.

Seusai mendengar putusan Majelis Hakim, terdakwa melalui penasihat hukumnya yakni Mayor Chk Alvie Syahri dari Kumdam XVII/Cenderawasih dan Lettu Chk Doni Webyantoro dari Korem 174/ATW Merauke menyatakan banding.

Hakim anggota Mayor Chk Dendy Suryo Saputro seusai sidang mengatakan, terdakwa Pratu Demisia dalam persidangan mengaku memasok amunisi dan senjata api untuk KKB melalui Moses Gwijangge. Dia mengenalnya saat gabung dalam pasukan pengamanan daerah rawan di Jita, Kabupaten Mimika.

Moses Gwijangge ini berhasil kabur bersama satu pucuk senjata api dan 1.300 butir amunisi dari berbagai jenis. Amunisi itu dia beli dari terdakwa seharga Rp100.000 per butir, sedangkan senjata api Rp50 juta. Terdakwa memeroleh ribuan amunisi dan senpi tersebut dari rekan-nya dengan alasan untuk berburu.

“Hasil penjualan amunisi dan senjata itu digunakan terdakwa untuk berfoya-foya,” kata Dendy.

Sebelumnya, Mahmil III-19 sudah menjatuhkan hukuman kepada tiga mantan anggota TNI AD yang terbukti menjual 13.431 butir amunisi kepada KKB dengan hukuman berbeda pada Selasa (11/2/2020).

Sersan Dua Wahyu Insyafiadi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, Prajurit Satu Okto Maure dihukum 15 tahun penjara dan Prajurit Satu Elias K Waromi dijatuhi hukuman 2,5 tahun potong masa tahanan.


Editor : Donald Karouw