Oknum Polisi Diduga Cabuli Bocah 13 Tahun di Kayong Utara Kalbar

Gusty Eddy ยท Jumat, 03 Mei 2019 - 07:54 WIB
Oknum Polisi Diduga Cabuli Bocah 13 Tahun di Kayong Utara Kalbar
Ilustrasi pencabulan. (Foto: Istimewa)

SUKADANA, iNews.id – Seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Kayong Utara diduga terlibat kasus pencabulan anak di bawah umur. Yang bersangkutan dilaporkan setelah melakukan perbuatan tak senonoh terhadap bocah perempuan 13 tahun.

Informasi yang dirangkum terlapor berinisial Ipda ADG saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Kalimantan Barat (Kalbar). Awalnya, kejadian memalukan ini dilaporkan warga dan pihak keluarga ke Polres Kayong Utara. Selanjutnya dengan cepat dan tanpa ada perlakuan khusus, ADG diamankan untuk ditindaklanjuti.

"Kasus ini sudah ditangani dengan serius. Bahkan pimpinan kami, Pak Kapolda memberikan petunjuk dan perintah malam itu juga. Tegakkan hukumnya, tegakkan disiplinnya, kawal, kirim ke Polda. Artinya kami tidak main-main," ujar Kapolres Kayong Utara AKBP Asep Irpan Rosadi, Kamis (2/5/2019).

Kronologi peristiwa memilukan terjadi saat pelaku mengajak korban jalan-jalan Sabtu (27/4/2019). Namun bukannya diajak keluar, pelaku justru membawa korban masuk ke dalam kamar. Di situ terlapor memaksa korban yang masih belia untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Pada saat bersamaan, sang ibu mencari keberadaan putrinya. Dia mendapati anak perempuannya itu keluar bersama ADG dari dalam ruangan kamar tersebut.

"Itu yang menjadi titik awal. Apa yang terjadi dalam kamar ini yang sedang dikembangkan dalam pemeriksaan,” katanya.

Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, terlapor ADG membawa korban dengan cara paksa. Korban diancam jika menceritakan yang dialaminya, maka rumahnya akan dibakar.

Setelah adanya laporan dan perintah langsung dari Kapolda Kalbar, Polres Kayong Utara langsung mengirim ADG ke Polda Kalbar untuk penanganan hukum ke tingkat yang lebih tinggi. Saat ini, oknum anggota tersebut masih diperiksa di Polda Kalbar oleh Bid Propam. Sementara untuk dugaan pidananya, akan dilimpahkan ke Direktorat Reskrim Umum Polda Kalbar.

"Jadi ada dua jalan yang ditempuh. Jalur internal dan jalur hukum positif," tuturnya.


Editor : Donald Karouw