Oknum Polisi di Gorontalo Ketagihan Sabu hingga Jadi Pengedar Narkoba

Zainal Ahmad ยท Selasa, 03 April 2018 - 12:27 WIB
Oknum Polisi di Gorontalo Ketagihan Sabu hingga Jadi Pengedar Narkoba
Kedua tersangka pengedar dan pengguna narkoba ditangkap Satnarkoba Polres Pohuwato. (Foto: iNews/Zainal Ahmad)

GORONTALO, iNews.id – Citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali tercoreng dengan ulah anggotanya sendiri. Kali ini, seorang oknum anggota Polsek Lemito berpangkat Bripka berinisial FD, di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, ditangkap karena menjadi pengguna sekaligus pengedar narkoba jenis sabu.

Informasi yang dihimpun iNews, pengungkapan atas kasus ini berawal dari penangkapan seorang pengedar sabu berisinial TU oleh Satnarkoba Polres Pohuwato pada Minggu 1 April 2018. Dari hasil pemeriksaan, TU mengaku barang haram itu ia dapatkan dari oknum anggota Bripka FD.

Petugas pun langsung menggerebek kediaman Bripka FD di Desa Wonggarasi Timur, Kecamatan Wonggarasi, Kabupaten Pohuwato. Dirinya tak berkutik saat petugas memeriksa dan menggeledah rumahnya.

Hasil penggeledahan, petugas mendapat sejumlah barang bukti berupa tiga paket sabu kemasan ekonomis, bong atau alat hisap, dan uang Rp3 juta yang diduga hasil transaksi sabu. Bripka FD yang kesehariannya bertugas sebagai anggopta Bhabinkamtibmas itu pun mengakui perbuatannya dan lansung digelandang ke Mapolres Pohuwato.

“Keduanya sudah kami tetapkan tersangka atas kasus kepemilikan dan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Pohuwato,” kata Kasat Narkoba Polres Pohuwato, Iptu Baraerah, Senin 2 April 2018.

Sementara itu, Bripka FD yang telah ditetapkan tersangka mengaku nekat mengedarkan narkoba jenis sabu setelah ketagihan mengonsumsinya dan menambah penghasilan. Dia menyesali atas perbuatanya.

“Awal saya hanya coba-coba lalu ketagihan. Saya beli dengan jumlah banyak untuk bagikan kembali,” ujarnya.

Kedua tersangka Bripka FD dan TU hanya bisa tertunduk malu saat menjalani pemeriksaan di ruang Satuan Narkoba Polres Pohuwato. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan junto Pasal 112 Ayat 1 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Selain itu, khusus untuk Bripka FD, ia juga harus bersiap mendapat sanksi tegas hingga terancam dipecat sebagai anggota Polri atas keterlibatan di kasus narkoba tersebut.


Editor : Donald Karouw