Oknum PNS Pemkab Bangka Lakukan Pelecehan Seksual pada Anak 6 Tahun

Ahmad Afandi Pohan · Sabtu, 02 Juni 2018 - 19:59:00 WIB
Oknum PNS Pemkab Bangka Lakukan Pelecehan Seksual pada Anak 6 Tahun
Tersangka pencabulan anak di bawah umur ditahan di Mapolsek Sungailiat, Kabupaten Bangka, Babel. (Foto: iNews/Endang Kurniawan)

BANGKA, iNews.id – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Bangka Belitung, ditangkap karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Pelaku berinisial IK (56) memaksa korban yang berusia enam tahun, DN, melakukan oral seks.

PNS di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu sudah diamankan di Mapolsek Sungailiat, Jumat (1/6/2018) petang. Sementara korban didampingi orang tua dan kuasa hukum telah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Sungailiat, Sabtu (1/6/2018).

Budiono selaku kuasa hukum keluarga korban mengatakan, pelaku sudah dua kali memaksa korban melakukan oral seks terhadap dia. Tindakan asusila itu dilakukan di dua tempat dan waktu yang berbeda. Yang kedua kalinya terjadi Jumat (1/6/2018) sore. Kejadian ini mengejutkan orang tua korban. “Selama ini pelaku mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan keluarga korban,” kata Budiono.

Budiono menjelaskan kronologinya dimulai saat Jumat sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku datang ke rumah korban. Dia menemui ibu korban dan meminta izin untuk mengajak korban jalan-jalan membeli kue.

“Tanpa ada rasa curiga dan takut karena memang sudah ada hubungan pertemanan, akhirnya ibu korban mengizinkan anaknya jalan dengan pelaku. Pelaku ternyata membawa korban ke kebun dan di situlah dia memaksa anak ini melakukan oral seks,” kata Budiono.

Sementara Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungailiat Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yudha Wicaksono mengatakan, pelaku telah ditahan Jumat (1/6/2018) dan sudah dimintai keterangan. Dari pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan tindakan pencabulan terhadap korban sebanyak dua kali.

“Di saat pergi ke kebun, tersangka melakukan tindakan pencabulan terhadap korban. Anak di bawah umur itu dipaksa untuk melakukan oral seks pada tersangka,” kata Yudha Wicaksono.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Editor : Maria Christina