Nyeleneh, Pemkab Kotawaringin Akan Buat Wisata Alam Buaya Liar

Antara ยท Rabu, 12 Februari 2020 - 13:51 WIB
Nyeleneh, Pemkab Kotawaringin Akan Buat Wisata Alam Buaya Liar
Ilustrasi Taman Wisata Buaya (Antara)

SAMPIT, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) melemparkan wacana nyeleneh. Mereka berencana membuat wisata buaya.

Wacana nyeleneh ini dilemparkan oleh Sekda Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor. Dia ingin wisata buaya bisa mendongkrak sektor pariwisata daerah sekaligus mengurangi ancaman konflik buaya dengan manusia.

"Kita semua sudah tahu bahwa sudah banyak korban akibat disambar buaya, makanya lebih baik kita arahkan populasinya di satu tempat saja sehingga buaya tidak lagi sampai ke permukiman. Ini sekaligus juga bagus untuk dijadikan wisata alam. Saya yakin ini akan sangat menarik," kata Halikinnor (12/2/2020).

Halikinnor mengakui ide ini memang terdengar sedikit aneh. Dia optimis idenya akan diterima dan dieksekusi. Apalagi, wisata alam yang menantang sangat digemari wisatawan, terlebih wisatawan luar negeri.

Meski begitu, wacana ini harus melalui kajian matang dari berbagai aspek, khususnya dari segi keamanan. Jika dilihat dari segi geografis, wilayah Kotawaringin Timur sangat mendukung untuk pembuatan wisata buaya.

Nantinya, kata Halikinnor, tempat wisata ini dibangun dan didesai dengan tingkat keamanan yang tinggi agar wisatawan merasa aman.

"Kita bangun tempat yang bagus dan menarik. Saya yakin itu bisa. Hewan mempunyai waktu kapan makan. Nah, saat itulah kita coba beri umpan di tempat tertentu sehingga secara perlahan mereka terbiasa. Lokasi itulah yang nantinya dijadikan wisata buaya," harapnya.

Lebih lanjut Halikinnor mengatakan, salah satu lokasi yang menurut dia berpotensi untuk pembuatan wisata buaya adalah Pulau Lepeh. Pulau kecil tak berpenghuni ini terletak di tengah Sungai Mentaya yang diapit daratan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut.

Untuk diketahui, Pulau Lepeh dikenal sebagai habitat buaya di Sungai Mentaya. Bukan hal aneh bagi warga yang beraktivitas kawasan di sungai itu melihat kemunculan beberapa buaya, bahkan melihat buaya berjemur di bantaran Pulau Lepeh.

Populasi buaya jenis buaya muara dan capit atau senyulong diperkirakan masih cukup banyak di Sungai Mentaya dan Sungai Cempaga. Insiden buaya menyambar manusia juga masih sering terjadi, bahkan ada korban yang jasadnya tidak pernah ditemukan lagi.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto