NTT Bersiap Jadi Lokasi Ekosistem Digital Perikanan dan Pertanian

Antara · Selasa, 27 April 2021 - 09:25:00 WIB
NTT Bersiap Jadi Lokasi Ekosistem Digital Perikanan dan Pertanian
Seorang petugas PT Telkom memperbaiki kabel yang putus akibat terkena pohon yang roboh dampak dari angin kencang Siklon tropis Seroja di Kota Kupang, NTT. Foto: Antara

KUPANG, iNews.id - Kendati wilayah NTT hancur akibat bencana Siklon Tropis Seroja, namun semangat untuk membangun wilayah di bagian Tenggara Indonesia ini tidaklah pupus. Malahan, NTT sekarang ini tengah bersiap untuk menjadi lokasi penerapan ekosistem digital perikanan dan pertanian.

Kepala Bagian Pengembangan Ekosistem Digital untuk Perikanan dan Pertanian PT Telkom Indonesia (Persero), Kasio, menuturkan, pihaknya telah menetapkan Kabupaten Sikka menjadi pilot project untuk memulai pembangunan ekosistem digital pada sektor perikanan dan pertanian.

“Sikka akan dijadikan sebagai pilot project untuk bisa dikembangkan di kabupaten-kabupaten lain di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur," tuturnya, di Kupang, NTT, Senin (26/4).

Sejauh ini, program penerapan ekosistem digital pertanian dan perikanan yang dikembangkan Telkom baru ada di Sukabumi, Trenggalek dan Natuna. Sementara NTT baru akan memulainya setelah Telkom meneken nota kesepahaman dengan pemerintah kabupaten di NTT.

Ekosistem digital, lanjut Kasio, penting diterapkan untuk menghubungkan pihak perbankan sebagai penyedia modal pinjaman dan BUMDES yang menjadi penyedia keperluan melaut atau bercocok tanam dan kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, ekosistem digital ini bisa mempermudah pola transaksi nelayan dan petani dengan pembeli komoditas perikanan dan pertanian.

“Dengan digitalisasi diharapkan nelayan dan petani mempunyai modal untuk sehari-hari dan melaut maupun bercocok tanam mendapatkan pendampingan dalam melaut dan bercocok tanam sehingga mereka merdeka untuk memilih pembeli dengan harga terbaik," lanjutnya lagi.

Dia menambahkan, nelayan maupun petani tidak akan merasa terpaksa untuk menjual hasil mereka kepada pihak tertentu yang sebelumnya memberi pinjaman kepada mereka.

“Ini konsep digital dari kami. Harapannya bisa diterima oleh pemerintah kabupaten di NTT untuk mensejahterakan nelayan dan petani melalui digitalisasi dari hulu ke hilir," katanya.

Editor : Erwin Sihombing