LOMBOK TIMUR, iNews.id – Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) tak hanya menyajikan keindahan Gunung Rinjani. Ditemani udara sejuk pengunungan dan pemandangan pegunungan, kini wisatawan juga dapat menikmati hangatnya salah satu suguhan kopi yakni kopikey.
Kopi dengan cita rasa tinggi, kopikey, dapat dinikmati wisatawan di salah satu kedai bernama Kedai Kopi Erbeje Syariah di kaki Gunung Rinjani, Desa Sembalun Lawang, Lombok timur. Di sini, kopi diolah dari biji kopi arabika pilihan asli Sembalun dan diracik oleh barista.
Kopi Bikin Gemuk, Simak Deretan Faktanya
Racikan Arabika Sembalun jenis Was, Hani maupun Natural menjadikan kopikey memiliki aroma dan cita rasa tinggi bagi penikmatnya. Ada berbagai jenis kopi dengan aroma dan khasiat yang berbeda yang ditawarkan di kedai kopi ini.
Kopikey Jomblo misalnya, yang diracik dari biji kopi jantan yang katanya dapat membuat stamina tahan lama. Selain itu ada pula kopikey strawberry yang merupakan fermentasi buah strawberry dan arabika. Terbaru, kopikey campuran arabika dengan fermentasi madu dan kelapa.
Rekomendasi Kopi Terenak di Indonesia, Salah Satunya Bercita Rasa Madu
Menurut salah satu penikmat kopi, Diah, dia dan keluarga dari Kota Mataram sengaja menyempatkan waktu menjajal kopikey di kedai ini. Menurutnya, menikmati kopi langsung di alam dengan suguhan pemandangan Gunung Rinjani itu mengasyikkan.
“Saya kebetulan menjajal Arabika jantan, kopi di sini, pahitnya lebih pekat, ditambah brown sugar menjadikannya lebih nikmat, pahit gimana gitu,” katanya.
Sementara menurut pemilik kedai, Jayadi Muhammad mengaku mulai menggeluti usaha ini sejak tahun 2012 silam. Awalnya hanya bisnis biji kopi yang dipasarkan ke Pulau Jawa hingga luar negeri.
Selain menyajikan kopi, di kedai ini pengunjung juga bisa belajar meracik kopi hingga punya cita rasa yang enak. Bagi Jayadi, kopi bukan hanya sekedar bisnis untuk mencari untung, tapi bisa membangun silaturahmi dengan banyak orang.
“Di sini pengunjung bebas mau meracik sendiri atau diracikkan oleh barista, selain itu pengunjung juga dapat bertanya terkait kopi, jadi ngopi itu di bagian akhir saja, atau bisa jadi oleh-oleh,” katanya.
Jayadi juga tidak mematok tarif untuk kopi yang disajikan. “Mau bayar berapa saja boleh, tidak bayarpun boleh, karena tidak punya uang bukan berarti tidak bisa ngopi,” katanya.
Editor: Umaya Khusniah