Nelayan Resah Kapal Asing Kembali Marak Tangkap Ikan di Natuna

Antara ยท Jumat, 27 November 2020 - 22:38:00 WIB
Nelayan Resah Kapal Asing Kembali Marak Tangkap Ikan di Natuna
Dua kapal ikan asing berbendera Vietnam ditangkap KRI Usman Harun-359 di Laut Natuna Utara. (Foto: ist)

NATUNA, iNews.id - Nelayan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau resah dengan kembali maraknya kapal ikan asing (KIA) yang menangkap ikan di perairan Natuna bagian Timur.

Salah seorang nelayan Kelurahan Ranai Deden mengaku sempat mengabadikan aktivitas KIA tersebut menggunakan telepon genggam lalu diunggah ke media sosial facebook miliknya, Jumat (27/11).

"Ada enam KIA tengah menarik jaring dengan titik koordinat 4.14.493 N 109.47.879 E atau kurang lebih 79 mil dari bibir pantai Bunguran Timur. Saya yakin itu kapal asal negara Vietnam," kata nelayan Natuna, Deden, Jumat (27/11/2020).

Tidak hanya Deden, rekan-rekan nelayan lainnya juga mendapati adanya aktivitas KIA Vietnam di bagian laut Natuna Utara pada, Kamis (26/11/2020) malam.

Kendati demikian, nelayan enggan melapor ke ketua nelayan atau aparat keamanan terkait KIA. Karena mereka meyakini petugas berwenang juga sudah mengetahui hal tersebut.

Menurut Deden, yang terpenting informasi dan bukti berupa video tersebut telah diunggah di media sosial.

"Belum melapor, hanya bisa dimasukkan ke facebook. Soalnya kita nelayan tak sekolah, tak terlalu pandai bicara," ujar Deden.

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharudin menegaskan akan menindaklanjuti adanya aktivitas KIA di laut Natuan ke pemerintah pusat.

Dia memaklumi keresahan nelayan dengan maraknya KIA di laut Natuna. Sebab, nelayan lokal akan kesulitan menangkap ikan dikarenakan SDM dan alat tangkap yang digunakan masih tertinggal jauh dibanding nelayan asing

Bahtiar menilai saat ini pengawasan di perairan laut Natuna dan sekitarnya oleh aparat keamanan terkait sudah sangat baik. Walau memang masih ada nelayan asing yang didapati menjarah hasil perikanan daerah tersebut.

"Semua keluhan dan permasalahan yang dialami masyarakat dan nelayan di Natuna akan menjadi bahan pembahasan di tingkat pusat," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: