Nabung 15 Tahun, Nenek Penyapu Jalan di Kukar Beli Hewan Kurban Sapi dan Kambing

Fairuzzabady ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 22:45 WIB
Nabung 15 Tahun, Nenek Penyapu Jalan di Kukar Beli Hewan Kurban Sapi dan Kambing
Nenek penyapu jalan Sumiati asal tenggarong, Kutai Kartanegara mampu membeli dua ekor hewan kurban. (Foto: iNews/Fairuzzabady)

KUTAI KARTANEGARA, iNews.id – Kesungguhan dan niat tulus berkurban ditunjukan serius oleh Sumiati (71) asal Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Nenek penyapu jalan itu berhasil memenuhi harapannya berkurban di Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah dengan membeli dua ekor hewan kurban sapi dan kambing. 

Dua ekor hewan kurban itu dibeli Sumiati setelah menabung selama 15 tahun. Rencananya, sapi dan kambing itu diserahkan ke panitia kurban di Musala An Nur tak jauh dari tempat tinggalnya, Kamis (30/7/2020).

Sumiati menuturkan, dua ekor hewan kurban tersebut dibeli dari uang gajinya sebagai tukang sapu jalanan yang disisihkan atau ditabung selama 15 tahun.

“Besok sore (Kamis 30/7/2020) saya akan menyerahkan hewan kurban berupa satu sapi dan satu kambing kepada panitia kurban di Musala An-Nur, dan ini memang niat lama dari saya untuk membeli hewan kurban tersebut,” ungkap Sumiati, Rabu (29/7/2020).

Sumiati mengaku dirinya menyisihkan sebagian dari uang hasil jerih payahnya sebagai tukang sapu jalanan sejak 2000 silam. Uang itu ditabungnya selama 15 tahun.

“Saya bekerja sebagai tukang sapu jalanan sejak tahun 2000,  dari hasil gaji itu saya sisihkan sedikit-sedikit dan saya tabung selama 15 tahun untuk membeli hewan kurban tersebut,” katanya.

Tak hanya sebagai tukang sapu jalanan, Sumiati juga memiliki usaha sampingan yaitu menjual berbagai macam sembako serta makanan ringan, dan ia jalankan setelah pulang kerja dari sore hingga malam hari.

“Selain sebagai tukang sapu, saya memiliki robombong untuk berjualan, setelah pulang kerja saya jualan dari sore hingga malam hari, dan usaha ini dimulai sejak tahun 2013 lalu,” beber Sumiati.

Dia mengaku honor sebagai tukang sapu jalanan tak menentu, namun hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk mencari nafkah guna memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Gaji saya tidak menentu, terkadang Rp2,2 juta kadang Rp2,1 juta karena dihitung harian,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki