MPU Aceh: Bioskop Tidak Ada Sesuatu yang Manfaat

Antara ยท Senin, 06 Januari 2020 - 18:59 WIB
MPU Aceh: Bioskop Tidak Ada Sesuatu yang Manfaat
Ilustrasi bioskop (Foto: AFP)

BANDA ACEH, iNews.id - Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan pihaknya tidak menolak pembangunan bioskop di Banda Aceh. Namun harus ada restu dari Majelis Permusyarawatan Ulama (MPU) untuk membangun bioskop kembali.

"Kalau sepanjang mereka (MPU) sudah oke, ya kita, saya oke saja (membangun) bioskop di Banda Aceh," katanya di Banda Aceh, Senin (6/1/2020).

Baru-baru ini, Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi juga heran lantaran bioskop tidak memiliki izin operasi di Aceh, sedangkan di Jeddah Arab Saudi yang juga negara Islam memiliki dua bioskop.

BACA JUGA: Tak Lagi Ada Bioskop, Warga Tanah Serambi Mekkah Nostalgia Film AADC 

Kata Aminullah, Pemko Banda Aceh tidak menolak jika ada rencana pembangunan bioskop di Ibu Kota Aceh. Namun sebelum dilakukan tentu pihaknya lebih dulu akan melakukan penelitian terkait pelaksanaan bioskop di negara Islam.

"Kalau kami Banda Aceh tidak mengatakan tidak bisa (membangun bioskop), kita akan melihat negara maju dan negara Islam bagaimana cara pelaksanaannya, jadi nanti setelah itu kita sepakati juga dengan MPU," ujarnya.

Lebih lanjut, Aminullah juga mengatakan bahwa pemerintah kota akan menyiapkan qanun (Perda) terlebih dahulu jika ada investor yang berencana ingin membangun bioskop di Banda Aceh.

"Iya kita begini, kalau nanti sudah ada wacana investor membangun bioskop maka kita sebelumnya akan menyiapkan qanun dulu," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPU Aceh Tgk Faisal Ali mengatakan bioskop bukan sesuatu yang penting dibangun di Aceh. Menurut dia bioskop tidak membawa manfaat untuk masyarakat Serambi Mekkah.

BACA JUGA: Kabar Gembira, Proyek Perkeretaapiaan Papua Dimulai Tahun Ini

"Saya kira, siapa pun, di mana pun, tidak terkait apa pun, kita di Aceh melihat bioskop tidak ada sesuatu yang manfaat, jadi saya rasa tidak perlu dibangun bioskop," ujarnya di Banda Aceh.

Menurut dia, jika bioskop dijadikan sebagai wadah hiburan, masyarakat Aceh cukup banyak memiliki hiburan lain. Sehingga tidak substansi ketika Kementerian Agama RI membanding-bandingkan Aceh dengan Jeddah.

"Jadi kita di Aceh belum tentu semua yang ada di daerah lain, negara lain, cocok dengan kita, belum tentu," katanya.


Editor : Nani Suherni