Monyet Merah Langka Tersesat di Kantor Perpustakaan Pangkalan Bun

Sigit Dzakwan Pamungkas ยท Selasa, 26 Februari 2019 - 19:08:00 WIB
Monyet Merah Langka Tersesat di Kantor Perpustakaan Pangkalan Bun
Monyet merah di kantor perpustakaan Pangkalan Bun. (Foto: iNews/Sigit Dzakwan).

PANGKALAN BUN, iNews.id - Seekor monyet kalasi atau monyet merah yang populasinya sudah sangat langka tersesat masuk ke perkotaan. Satwa tersebut masuk ke kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Primata yang masuk kategori dilindungi ini sempat membuat panik petugas dan pengunjung perpustakaan. Tim dari pemadam kebakaran (damkar) dan BKSDA tiba di lokasi untuk mengevakuasi hewan dengan nama latin Presbytis Rubicunda.

Petugas Perpustakaan Daearh Kobar, Sri Wahyuni mengatakan, monyet merah ini sudah ada sejak Senin sore di sekitar perpustakaan. Dia melihatnya ketika satwa tersebut berada di gudang dan melompat ke pohon.

"Lalu naik ke atas atap," kata Sri kepada iNews di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Kobar, Kalteng, Selasa (26/2/2019).

Keberadaan monyet merah ini di sekitar perpustakaan, kata dia, membuat pengunjung serta petugas perpustakaan sempat merasa takut. Karena, atap di mana monyet ini bermain-main berada di atas parkiran motor.

"Sempat pada takut-takut ketika mau mengambil motor," ujar dia.

Kasie Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bidang Damkar dan Satpol Kobar, Kaboel Suhartono mengatakan, pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 13.30 WIB. Dikabarkan ada monyet merah tersesat di kantor tersebut, sebanyak tujuh petugas Damkar turun ke lokasi.

"Kami juga berkoordinasi dengan BKSDA untuk mengevakuasinya," ujar dia.

Monyet kalasi ini memang terbilang sangat langka, bahkan jumlahnya tidak banyak di Indonesia. Satwa jenis ini habitatnya tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Temuan monyet merah ini merupakan kasus baru di Pangkalan Bun.

Hingga sore ini, proses evakuasi masih belum juga berhasil. Meski sudah dipancing dengan pisang, satwa tersebut terbilang gesit hingga menyulitkan petugas yang hendak menangkapnya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal