Moda Transportasi Dibuka Kembali, Terminal Bus Lebak Banten Tetap Sepi

Iskandar Nasution ยท Kamis, 07 Mei 2020 - 22:25 WIB
Moda Transportasi Dibuka Kembali, Terminal Bus Lebak Banten Tetap Sepi
Aktivitas warga di depan Terminal Kota Tegal (Foto: iNews/Yunibar)

LEBAK, iNews.idTerminal Bus Mandala Rangkasbitung, Lebak, Banten masih sepi dari calon penumpang meski mod trasportasi sudah kembali diperbolehkan beroperasi, Kamis (7/5/2020). Pantauan iNews, tidak ada aktivitas apa pun di terminal tersebut baik kru bus maupun calon penumpang. 

Menurut pedagang Pasar Mandala, Budi, sejak awal Ramadan, terminal bus sudah tidak ada lagi aktivitas angkutan umum. Padahal tahun sebelumnya, aktivitas di terminal sangat padat apalagi menjelang arus mudik Lebaran.

“Sekarang sepi, tidak ada aktivitas apa-apa. Saya sih berharap terminal ini tetap kembali dibuka agar ekonomi bisa pulih lagi,” katanya.

Pemberlakuan kembali seluruh moda transportasi ini sangat bertentangan dengan surat edaran (SE) Bupati Lebak terkait penghentian lalu lintas kendaraan umum bus, dan kereta api.

Bupati Lebak, Iti Oktavia Jaya Baya menyampaikan surat ke Perum Damri, PT KAI, PT Kereta Commuter Indonesia dan pengurus organisasi angkutan darat (Organda) untuk memutus penyebaran virus Covid-19.

Surat bernomor: 440/1.555- kesra/2020 yang ditandatangani, 27 Maret 2020 itu Bupati Lebak meminta angkutan Damri, KA relasi Rangkasbitung-Merak, KRL, dan operasional layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dari dan ke Lebak dihentikan di area terminal tipe A itu.

Sebelumnya, pemerintah memastikan semua moda transportasi mulai beroperasi lagi besok Kamis (7/5/2020). Moda transportasi yang dibuka lagi meliputi angkutan udara, laut, kereta api, dan bus.

Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan (MenhubBudi Karya Sumadi dalam rapat kerja virtual bersama Komisi V DPR di Jakarta, Rabu (6/5/2020). Dia menjelaskan keputusan itu merupakan penjabaran dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.


Editor : Kastolani Marzuki