Miris, Guru Honorer di Pulang Pisau Perkosa Siswi di Ruang Kelas

Sindonews.com ยท Senin, 24 Februari 2020 - 11:21 WIB
Miris, Guru Honorer di Pulang Pisau Perkosa Siswi di Ruang Kelas
Ilustrasi pemerkosaan. (dok iNews.id)

PULANG PISAU, iNews.id – MW (15), seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah diperkosa gurunya, MA (26). Pemerkosaan itu terjadi di ruang kesiswaan pada Jumat (21/2/2020).

Perbuatan pelaku bermula ketika pelaku hendak menghukum korban dan seorang teman laki-lakinya yang duduk-duduk di depan ruang kelas. Pelaku lalu memanggil korban dan temannya itu untuk datang ke ruang kesiswaan. Pelaku memanggil keduanya dengan pengeras suara.

"Korban bersama teman prianya langsung menuju ruang kesiswaan bertemu pelaku. Keduanya ditanyai kesalahan yang dilakukan sehingga dipanggil," ujar Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, Senin (24/2/2020).

Di dalam ruang kesiswaan itu, keduanya dinasehati pelaku. Pelaku menyebut keduanya melakukan kesalahan karena duduk berduaan di depan ruang kelas. Pelaku menyebut keduanya telah berpacaran di sekolah yang merupakan perbuatan terlarang dan harus dihukum.

Anehnya, usai dinasehati, korban tak dibolehkan meninggalkan ruang kesiswaan. Sementara teman laki-lakinya diperbolehkan pulang.

"Setelah dibina murid yang laki-laki pulang. Namun Mawar belum diperbolehkan pulang,” kata Kapolres.
Setelah hanya berdua di dalam ruangan, pelaku mendekati korban dan membujuk untuk melakukan persetubuhan.

Nafsu birahi guru yang sudah 3 tahun mengajar itu sempat ditolak, namun gagal. Pelaku dengan beringas merengut mahkota korban.

"Setelah disetubuhi, korban pulang dan menceritakan kepada kedua orang tuanya. Kesal atas perbuatan asusila tersebut kedua orang tua langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.” kata Kapolres.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku. Untuk mengungkap kasus guru perkosa siswi ini, polisi juga telah memvisum korban.

"Hasil pemeriksaan dokter terdapat luka robek dibagian kemaluan korban yang disebabkan oleh benda tumpul,” katanya.

Terhadap perbuatan bejatnya itu, pelaku dijerat Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun dan denda Rp5 miliar.


Editor : Reza Yunanto