Miris, 3 Pelajar Kelas 2 SMA di Kutai Kertanegara jadi Pelaku Perampokan Toko Emas

Fairuzzabady ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 06:57 WIB
Miris, 3 Pelajar Kelas 2 SMA di Kutai Kertanegara jadi Pelaku Perampokan Toko Emas
Tiga perampok toko emas di Kutai Kertanegara ditangkap polisi. (Foto: iNews/Fairuzzabady)

KUTAI KARTANEGARA, iNews.id – Tiga dari empat pelaku perampokan toko emas di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) ditangkap polisi. Ketiganya masih berstatus pelajar. Polisi masih memburu satu pelaku yang kini melarikan diri.

Tim Alligator Satreskrim Polres Kutai Kartanegara menangkap para pelaku yang masih berusia 16 tahun di lokasi yang berbeda. Mirisnya mereka masih berstatus pelajar kelas 2 SMA.

Perampokan terjadi pada Kamis (30/7/2020) di Pasar Tangga Arung Kutai Kartanegara. Aksi mereka terekam kamera CCTV yang dipasang di toko tersebut.

Dalam beraksi, para pelaku menggunakan senjata api dan senjata tajam. Aksi perampokan tersebut gagal karena mendapat perlawanan dari pemilik toko.

“Pemilik berteriak saat mendapati para pelaku masuk ke dalam toko,” kata Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Andreas Susanto Nugroho, Jumat (31/7/2020).

Saat kejadian, satu dari empat pelaku berhasil ditangkap warga yang mendengar teriakan korban. Sementara tiga lainnya berhasil melarikan diri.

Polisi yang menerima laporan segera berupaya menangkap para pelaku lain dengan berkoordinasi dengan Polres Penajam Paser Utara dan Paser. Dua pelaku berhasil diamankan.

Namun saat dilakukan penangkapan, satu orang pelaku yang merupakan otak dari perampokan itu berhasil melarikan diri. Pelaku kini masih buron.

“Pelaku yang masih buron ini merupakan pedagang emas di pasar yang sama. Sebelumnya, pelaku pernah adu mulut dengan korban,” katanya.

Selain para pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti berupa senjata tajam, senjata api dan satu unit mobil yang digunakan saat beraksi. Untuk mempertanggungjawaban perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 365 KUHP Jo Pasal 53 KUHP Jo Pasal 2 UU Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah