Menteri Trenggono Ajak Seluruh Negara Bersatu Berantas IUU Fishing 

syarif wibowo · Sabtu, 05 Juni 2021 - 13:52:00 WIB
Menteri Trenggono Ajak Seluruh Negara Bersatu Berantas IUU Fishing 
Menteri Trenggono menyampaikan bahwa Indonesia akan mengambil langkah tegas dan tidak berkompromi terhadap praktik IUU Fishing.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengajak seluruh negara bersatu demi memberantas praktik Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing. Hal ini bertepatan dengan International Day Against IUU Fishing yang diperingati dunia pada 5 Juni 2021. 

“Seluruh dunia harus bersatu memberantas praktik IUU Fishing,” ujarnya. 

Menteri Trenggono menyampaikan bahwa IUU Fishing menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Selain menyebabkan kerusakan ekologi, IUU Fishing juga mengakibatkan kerugian ekonomi dan berbagai permasalahan sosial di banyak negara. 

“Menurut Food and Agriculture Organisation (FAO), dunia kehilangan 11 sampai 26 juta ton sumber daya perikanan sebagai akibat IUU Fishing," katanya. 

Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh dunia untuk bersatu dalam memerangi praktik IUU Fishing. Hal tersebut harus dilakukan karena saat ini IUU Fishing merupakan kejahatan lintas negara atau bersifat transnasional. 

Lebih lanjut, Menteri Trenggono menyampaikan bahwa Indonesia akan mengambil langkah tegas dan tidak berkompromi terhadap praktik IUU Fishing. Dia memastikan penguatan pengawasan dan penegakan hukum akan terus didorong, selain melalui pendekatan diplomasi. 

Terlebih, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada era kepemimpinan dirinya terus berupaya memperkuat infrastruktur pengawasan. Salah satunya, dengan penambahan dua armada kapal pengawas. 

Saat ini KKP memiliki 30 unit armada kapal pengawas yang ditempatkan di wilayah rawan IUU Fishing. “Posisi KKP jelas, tidak ada kompromi terhadap IUU Fishing, kami akan terus perkuat pengawasan," tuturnya. 

Dia juga menegaskan bahwa pemberantasan IUU Fishing ini merupakan komponen penting menuju perwujudan ekonomi biru (blue ekonomi) kelautan dan perikanan. Oleh sebab itu, harus menjadi prioritas. 

“Ekonomi biru di sektor kelautan dan perikanan tentu akan sangat bergantung bagaimana kita bisa memberantas praktik IUU Fishing,” ucap Menteri Trenggono. 

Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Antam Novambar juga mengimbau agar peringatan International Day Against IUU Fishing menjadi momentum dalam peningkatan kepatuhan kapal perikanan berbendera Indonesia. Antam memastikan bahwa tindakan tegas juga akan dilakukan terhadap kapal Indonesia yang tidak mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan. 

“Kami mengimbau agar kapal-kapal Indonesia juga mematuhi ketentuan,” ujar Antam. 

Dia menekankan agar kapal-kapal Indonesia tidak melakukan pelanggaran lintas batas atau menangkap ikan di negara lain secara ilegal. Hal tersebut merujuk pada masih tingginya pelanggaran oleh kapal Indonesia di negara-negara seperti Australia, Malaysia, India dan Timor-Leste.  

“Mari kita juga menghormati ketentuan yang berlaku di negara lain, jangan melakukan praktik IUU Fishing di perairan negara lain,” ucapnya. 

Sepanjang 2021, KKP telah menangkap 94 kapal. Mereka di antaranya terdiri dari 70 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 24 kapal ikan asing yang mencuri ikan (enam kapal berbendera Malaysia, dua kapal berbendera Filipina dan 16 kapal berbendera Vietnam). 

KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan. Salah satunya, dengan menangkap 62 orang pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing) seperti bom ikan, setrum, serta racun. (CM) 

Editor : Syarif Wibowo