Makam Dibongkar, Jenazah Remaja Korban Pemerkosaan 7 Pria di Tangerang Diautopsi

Sukron ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 15:54 WIB
Makam Dibongkar, Jenazah Remaja Korban Pemerkosaan 7 Pria di Tangerang Diautopsi
Petugas memasang garis polisi di TPU Tanjung, Kampung Priyang, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten, saat proses autopsi remaja korban pemerkosaan, OR, Rabu (17/6/2020). (Foto: iNews/Sukron)

TANGERANG SELATAN, iNews.id - Tim DVI dari Laboratorium Forensik Mabes Polri bersama tim penyidik Polres Tangerang Selatan membongkar makam OR (16), remaja korban pemerkosaan, Rabu siang (17/6/2020). Tim kemudian melakukan autopsi di areal Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanjung, Kampung Priyang, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan, Banten.

Berdasarkan pantauan iNews, garis polisi dibentangkan di areal masuk TPU Tanjung. Masyarakat hanya bisa menyaksikan dari jauh, sekitar 400 meter dari titik proses pembongkaran makam gadis malang tersebut.

Dari proses autopsi, tim forensik mengambil sejumlah sampel dari bagian organ tubuh korban untuk diuji di laboratorium, termasuk dari kemaluan korban. Dari pemeriksaan itu akan diketahui pasti penyebab remaja tersebut tewas, selain karena pemerkosaan.

"Kami masih menunggu hasil resmi dari laboratorium, kurang lebih selama 14 hari ke depan,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharam Wibisono, Rabu (17/6/2020).

Muharam mengatakan, dari autopsi memang diketahui remaja tersebut diperkosa. Namun, mengenai dugaan korban tewas karena dicekoki pil hexymer atau penenang oleh para pelaku, masih harus dipastikan lagi di laboratorium.

“Sampel sudah dibawa oleh tim Forensik Mabes Polri. Kami belum bisa sampaikan kesimpulannya karena ini terkait dengan medis. Namun, persetubuhan yang dilakukan para pelaku benar terjadi,” kata Muharam Wibisono.

Kapolsek Pagedangan AKP Efri sebelumnya memaparkan, autopsi dilakukan karena polisi menduga, selain karena diperkosa, korban meninggal karena sempat dicekoki pil excimer atau penenang oleh para pelaku. “Nantinya tim ahli yang akan menyimpulkan penyebab kematian korban,” kata AKP Efri.

Proses autopsi jenazah korban dihadiri keluarga korban. Saat proses autopsi usai, nenek OR nyaris jatuh pingsan. Dia harus dipapah oleh anggota keluarga lainnya dari TPU.

Diketahui, OR meninggal pada Kamis (11/6/2020) lalu setelah kondisi kesehatannya memburuk. Warga Serpong Utara ini menjadi korban pemerkosaan tujuh laki-laki secara bergiliran di Kampung Cihuni, Kabupaten Tangerang.

Sejak kejadian pada pertengahan April itu, korban jatuh sakit dan trauma dan akhirnya meninggal dunia. Polisi sudah menangkap empat dari tujuh pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Sementara tiga pelaku lain masih diburu polisi.


Editor : Maria Christina