Mabuk Tuak, Kakek di Jambi Tega Perkosa Adik Kandung yang Sakit

Adrianus Susandra ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 16:21 WIB
Mabuk Tuak, Kakek di Jambi Tega Perkosa Adik Kandung yang Sakit
Kakek bejat berinisial KS ditangkap petugas PPA Satreskrim Polresta Jambi karena nekat memerkosa adiknya yang sakit, Jumat (21/2/2020). (Foto: iNews/Adrianus Susandra)

JAMBI, iNews.id – Kakek berinisial KS (57) warga Jambi Selatan, Kota Jambi ditangkap polisi karena nekat memerkosa adik kandungnya yang sedang terbaring sakit, Jumat (21/2/2020). Belakangan diketahui, pelaku yang kerap mabuk tuak ini sudah dua kali memerkosa adiknya.

Aksi bejat pelaku itu terungkap setelah dipergoki anak korban di dalam kamar. Saat itu, anak korban melihat ibunya sudah dalam kondisi lemas dan baju terbuka. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke polisi.

Wakasatreskrim Polresta Jambi, Iptu Irwan mengatakan, setelah menerima laporan anak korban petugas kemudian menangkap pelaku di rumahnya. Saat ditangkap, KS mengakui semua perbuatannya.

“Pelaku KS ini mengaku terpengaruh minuman keras jenis tuak,” ucapnya, Jumat (21/2/2020).

Dia mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan pelaku ternyata sudah dua kali memerkosa adiknya yang sakit. Sebelum menjalankan aksinya, pelaku terlebih dulu berkunjung ke rumah korban. “Melihat kondisi sepi dan tanpa ada kecurigaan, pelaku langsung mennjalankan aksi bejatnya itu,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksi bejatnya, kata dia, pelaku juga mengancam adiknya untuk tidak berteriak. “Korban sempat menolak ajakan pelaku, tapi karena kondisi korban sedang sakit sehingga tak mampu melawan,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa pakai milik korban yang dikenakan saat terjadinya pemerkosaan.

Kepada penyidik, pelaku KS mengaku, lebih dari dua kali melakukan aksi bejat terhadap adiknya yakni sejak 2019 lalu. Sebelum melampiaskan nafsu bejatnya itu, KS mengaku minum tuak. “Saya mabuk tuak jadi tidak sadar,” ucapnya.

Akibat perbuatannya itu, KS kini harus menghabiskan sisa umurnya di balik jeruji besi. Pelaku dijerat Pasal 285 tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.


Editor : Kastolani Marzuki