Longsor Tambang Ilegal di Bolmong, Korban Jiwa Bertambah Jadi 3 Orang

Cahya Sumirat ยท Rabu, 27 Februari 2019 - 08:36 WIB
Longsor Tambang Ilegal di Bolmong, Korban Jiwa Bertambah Jadi 3 Orang
Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi salah satu penambang di lokasi longsoran, Rabu (27/2/2019). (BNPB)

BOLMONG, iNews.id – Proses evakuasi korban longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), terus berlangsung Rabu (27/2/2019) pagi.

Update sementara, jumlah korban meninggal akibat musibah ini bertambah dua orang, sehingga korban jiwa kini menjadi tiga orang. Diperkirakan sebanyak 60 orang lebih masih tertimbun material longsoran tanah dan bebatuan di lokasi areal tambang rakyat.

"Laporan sementara dari Koordinator Pos SAR Kotamobagu, saat ini jumlah korban yang sudah dievakuasi mencapai 13 orang dan 3 meninggal dunia. Diperkirakan masih ada sekitar 60 orang lainnya yang terjebak dalam lubang tambang tersebut,” ujarnya Rabu (27/2/2019).


BACA JUGA:

Tambang Ilegal di Bolmong Longsor, 60 Penambang Tertimbun dan 1 Tewas

Ini Kronologi Longsor Tambang Ilegal di Bolmong Sulawesi Utara


Ke-13 korban yang sudah dievakuasi tersebut terinformasi berasal dari warga Desa Tanoyan, Desa Mopusi, Desa Mopait dan Kelurahan Genggulang.

Proses evakuasi masih terus dilakukan. Upaya evakuasi masih terus dilakukan sejak malam hingga pagi ini karena banyaknya korban tertimbun dan diperkirakan masih selamat. Beberapa tim yang terlibat di antaranya pos siaga SAR Kotamobagu, Kodim Bolmong, Polres Kotamobagu, BPBD Kotamobagu, Tim Rescue JRBM, PMI dan masyarakat setempat.

Diketahui, Selasa (26/2/2019) pukul 20.30 Wita, lokasi tambang rakyat ini longsor akibat tiang dan papan penyanggah lubang galian patah. Hal itu diduga akibat kondisi tanah yang labil dan banyaknya lubang galian tambang. Musibah maut itu terjadi saat puluhan penambang ada di dalam lubang tambang.


Editor : Donald Karouw