Listrik di Tanjungpinang dan Bintan Padam sejak Kamis Malam, Banyak Usaha Tutup

Antara ยท Jumat, 05 Juni 2020 - 15:40:00 WIB
Listrik di Tanjungpinang dan Bintan Padam sejak Kamis Malam, Banyak Usaha Tutup
Jalan raya di Tanjungpinang gelap gulita tadi malam. (Foto: Antara)

TANJUNGPINANG, iNews.id - Listrik di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), padam sejak Kamis malam (4/6/2020) akibat mesin transmisi berkekuatan 150 kilovolt di pembangkit listrik Batam disambar petir. Pemadaman ini membuat sejumlah pengusaha kedai kopi dan rumah makan terpaksa menutup usahanya.

Kepala Administrasi PT PLN Tanjungpinang, Sabur mengatakan, untuk mengatasi pemadaman listrik, pihaknya sudah mendistribusikan 19 MW ke Pulau Bintan, tapi belum mencukupi. Selain itu, listrik dari Batam juga disalurkan sebesar 8 MW ke Pulau Bintan. Saat ini, proses penambahan daya melalui jalur interkoneksi dari Batam menuju Pulau Bintan masih berlangsung.

"Kami sudah menyalurkan listrik dari mesin pembangkit di Suka Berenang dan Air Raja, Tanjungpinang, dan juga dari CTI Galang Batang, Bintan. Kemudian ada tambahan dari Batam. Di Batam proses perbaikan masih berlangsung," kata Sabur di Tanjungpinang, Jumat (5/6/2020).

Sabur mengatakan, listrik sudah kembali normal di sebagian Kota Tanjungpinang dan Bintan. Namun, dia tidak dapat menjelaskan kawasan mana yang listriknya sudah menyala.

"Ada banyak dan tidak berada dalam satu kawasan sehingga sulit dijelaskan," ujarnya.

Sabur meminta masyarakat bersabar karena tim teknis terus mengupayakan agar listrik di seluruh Pulau Bintan kembali menyala. Namun, dia tidak dapat memastikan kapan listrik kembali normal di Pulau Bintan.

"Biasanya dibutuhkan waktu empat jam untuk proses penyaluran listrik melalui jalur interkoneksi Batam-Bintan. Namun sepertinya ada kendala teknis. Kami belum monitor apa kendala yang dihadapi tim teknis di Batam," tuturnya.

Pemadaman listrik menyebabkan masyarakat, mahasiswa dan para pekerja kecewa. Akibat pemadaman listrik, aktivitas di rumah dan di tempat kerja menjadi terhambat.

Sejumlah pengusaha kedai kopi dan rumah makan juga terpaksa menutup usahanya sejak tadi malam lantaran tidak dapat menghidupkan mesin air dan memasak nasi. Ikan dan ayam yang disimpan di dalam kulkas juga mulai mengeluarkan bau.

"Kami tidak bisa berbuat banyak karena kami tidak punya genset. Jadi kedai kopi tutup sementara sampai listrik kembali normal," ujarnya.

Sementara mahasiswa dan dosen di Tanjungpinang juga tidak dapat melaksanakan perkuliahan secara daring. "Ponsel dan laptop kami sudah mati karena kehabisan baterai," kata salah seorang mahasiswa di Tanjungpinang, Rizky.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: