Kronologi Remaja 13 Tahun di Riau Dimutilasi Pakai Kapak, Dipicu Rasa Sakit Hati

Muhammad Yusuf Marpaung · Sabtu, 11 September 2021 - 14:23:00 WIB
Kronologi Remaja 13 Tahun di Riau Dimutilasi Pakai Kapak, Dipicu Rasa Sakit Hati
PM, pekerja sawit yang membunuh dan memutilasi remaja 13 tahun di Indragiri Hulu, Riau. (Foto: iNews/ M Yusuf Marpaung)

INDRAGIRI HULU, iNews.id – Seorang pekerja panen kelapa sawit di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau tega membunuh dan memutilasi remaja 13 tahun. Pelaku berinisial PM (29) sudah ditangkap dan ditahan Polres Indragiri Hulu, Jumat (10/9/2021).

Informasi dirangkum iNews, kronologi pembunuhan bermula saat korban berinisial BFR datang ke lokasi perkebunan mencari sinyal untuk bermain HP. Saat itu pelaku sedang bekerja memanen sawit dan melihat korban duduk di sekitar perkebunan.

Pelaku lalu menyapanya, namun dibalas korban dengan makian. Sakit hati dengan ucapan korban, dia kemudian membunuhnya lalu memutilasi menggunakan kapak.

Peristiwa pembunuhan keji disertai mutilasi itu terjadi di perkebunan sawit pal, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, akhir Agustus lalu.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP Bachtiar Alponso mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan dengan mutilasi ini setelah timnya menemukan petunjuk dan bukti yang mengarahkan kepada tersangka.

“Tersangka ini awalnya mengelak dan menunjuk orang lain yang melakukannya. Setelah dibantu Polda Riau, tersangka mengakui perbuatannya dan melakukannya sendiri. Tersangka merupakan pekerja panen kelapa sawit pal,” ujarnyaz Jumat (10/9/2021).

Menurut Kapolres, tersangka membunuh dan memutilasi karena sakit hati dengan ucapan korban.

"Pelaku kemudian menghabisi korban dengan kapak," ucapnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa kapak, sepasang sepatu dan sepeda motor.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 atau 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara," kata Kapolres.

Kasus pembunuhan dan mutilasi ini terjadi pada 27 Agustus 2021 lalu. Saat itu, korban BFR pamit kepada orang tuanya untuk bermain game di sekitar kebun sawit pal untuk mencari sinyal.

Namun, korban tak kunjung pulang ke rumah. Orang tua pun khawatir dan mencari keberadaan korban  bersama warga sekitar.

Selang tiga hari kemudian, warga menemukan bagian kepala dan tubuh korban lainnya di pinggir kanal sekitar perkebunan.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: