Kronologi Penemuan Mayat Suami Istri Bersimbah Darah di Kamar Kos di Manado

Jefry Langi · Minggu, 12 Januari 2020 - 00:47:00 WIB
Kronologi Penemuan Mayat Suami Istri Bersimbah Darah di Kamar Kos di Manado
Warga memadati TKP penemuan mayat pasangan suami istri di Kelurahan Komo Luar, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (1/1/2020). (Foto: iNews/Jefry Langi)

MANADO, iNews.id – Penyebab kematian pasangan suami istri (pasutri), Gung Akbar (26), dan Rosna Sartika Kandong (27), masih dalam penyelidikan Polresta Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Kedua korban yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kos di Kelurahan Komo Luar, Lingkungan II, Kecamatan Wenang, diketahui masih pengantin baru.

Menurut keterangan warga setempat, sebelum ditemukan tewas pada Sabtu (11/1/2020) malam, pasangan pengantin baru itu terakhir kali terlihat pada Jumat malam menjelang Sabtu dini hari. Saat itu, Gung Akbar keluar dari kamar untuk mengambil makanan yang dipesan lewat jasa delivery. Istrinya Rosna juga sempat terlihat. Setelah itu, mereka masuk kamar.

Keduanya baru diketahui sudah tewas pada Sabtu malam. Kronologi penemuan mayat pasangan suami istri ini berawal dari kecurigaan rekan kerja Rosna, Andika Otaya, karena perempuan itu tidak bisa dihubungi lewat telepon selulernya.

Andika Otaya lalu mendatangi kamar kos korban. Beberapa kali mengetuk pintu kamar, tidak ada jawaban. Karena curiga, saksi lalu melihat ke kamar lewat celah lubang.

 

BACA JUGA: Suami Istri di Manado Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos, Sang Suami Memegang Pisau

 

Dia pun kaget melihat banyak bercak darah di dinding. Andika juga sempat melihat pasutri itu di atas kasur dalam posisi tidak bergerak dan bersimbah darah.
“Saya ketok pintu, enggak ada suara. Kan di pintu ada lubang, saya intip. Ternyata ada bercak darah di dinding, tangan mereka berdarah, saya kaget,” kata Andika Otaya.

Andika lalu memberitahukan kepada penjaga kos. Dia meminta agar penjaga kos membuka pintu kamar karena dia curiga pasangan suami istri itu sudah tewas.

“Saya bilang ke penjaga supaya buka pintu karena kondisi di dalam mencurigakan. Dia juga intip dari lubang pintu dan membenarkan ada bercak darah. Setelah dibuka, benar keduanya sudah tewas,” kata Andika.

Kedua korban ditemukan dengan posisi telentang berdampingan di atas ranjang. Di tubuh keduanya terdapat sejumlah luka tusukan akibat benda tajam. Sementara bercak-bercak darah terlihat di sprei dan dinding kamar. Sang suami juga tampak memegang sebilah pisau.

Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Thommy Aruan mengatakan, belum bisa memastikan penyebab pasutri itu tewas. Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan ada luka senjata tajam di beberapa bagian tubuh korban.

“Jenazah pasangan suami istri itu sudah dibawa ke ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Untuk penyebab kematian pasutri tersebut belum bisa kami pastikan karena masih menunggu hasil autopsi,” katanya.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: