Kronologi Pembunuhan Keji Bocah SD di Katingan Kalteng, Disodomi lalu Dipenggal

Ade Sata ยท Selasa, 10 Desember 2019 - 09:53 WIB
Kronologi Pembunuhan Keji Bocah SD di Katingan Kalteng, Disodomi lalu Dipenggal
Tersangka pembunuh bocah SD di Katingan dengan cara memenggal kepala saat berada di Mapolda Kalteng. (Foto: iNews/Ade Sata)

PALANGKARAYA, iNews.id – Polisi mengungkap kasus penemuan mayat bocah sekolah dasar (SD) tanpa kepala di Desa Tumbang Mahup, Kecamatan Katingan Hulu, Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebelum dibunuh dengan cara dipenggal, korban lebih dahulu disodomi pelaku.

Hasil penyidikan, identitas pelaku kejahatan keji ini berinsial A, warga yang masih satu kampung dengan korban dan telah berkeluarga serta memiliki tiga anak.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pelaku telah mengakui semua perbuatannya. Dia juga telah ditetapkan tersangka atas kasus pembunuhan keji tersebut.

BACA JUGA: Siswa SD di Katingan Kalteng Jadi Korban Pembunuhan Sadis, Kepalanya Dipenggal

“Sudah, untuk pelakunya telah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujarnya, Selasa (10/12/2019).

Hendra menjelaskan, kronologi pembunuhan ini bermula saat korban bertemu pelaku di daerah perkebunan dekat kolam kawasan pertambangan tanpa izin (PETI) pada Selasa (3/12/2019) sore. Saat kondisi sepi muncul niat jahat pelaku dan langsung memukul tengkuk leher bocah SD tersebut hingga pingsan.

“Saat korban pingsan, pelaku melakukan pelecehan seksual tadi (sodomi). Setelah puas dia buang tubuh korban ke PETI. Lebih sadisnya, pelaku menghilangkan bagian tubuh korban (kepala),” ujar Hendra, Selasa (10/12/2019).

Bahkan hasil pengembangan berdasarkan informasi masyarakat, ini bukan kali pertama kejahatan yang dilakukan tersangka. Sebelumnya, tersangka diduga pernah terlibat kasus serupa.

BACA JUGA: Anak SD di Katingan Tewas Tanpa Kepala Diduga Korban Asusila, Pelaku Ditangkap

“Informasi yang kami terima seperti itu, namun masih akan didalami juga dengan ahlinya,” katanya.

Selain penetapan tersangka, polisi juga telah menemukan barang bukti bagian tubuh korban yang hilang. Pelaku mengubur kepala korban dan pisau yang dipergunakan untuk menggorok di daerah bangunan sarang burung walet.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal berlapis dengan ancaman penjara seumur hidup hingga hukuman mati.


Editor : Donald Karouw