Kronologi Imam Masjid di Pekanbaru Dianiaya Pemuda Stres saat Salat Subuh

Yusuf Marpaung, Banda Haruddin Tanjung ยท Jumat, 07 Mei 2021 - 15:49:00 WIB
Kronologi Imam Masjid di Pekanbaru Dianiaya Pemuda Stres saat Salat Subuh
Aksi pemuda memukul imam masjid terekam CCTV hingga viral di media sosial.

PEKANBARU, iNews.id - Seorang imam masjid dipukul pemuda tak dikenal saat mengimami salat subuh di Masjid Baitul Arsy, Perumahan Widya Graha, Jalan Srikandi, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Jumat (7/5/2021). Belakangan diketahui, pemuda tak dikenal itu mengidap gangguan jiwa. 

Aksi pemukulan terhadap imam masjid bernama Juhri Asyari tersebut terekam CCTV dan viral setelah videonya diunggah ke media sosial.

Dalam rekaman CCTV yang diterima iNews, awalnya pemuda stress tersebut berjalan santai melewati sejumlah jemaah yang sedang membaca doa qunut. Mereka tidak ada yang bereaksi saat pemuda itu melewati saf-saf. 

Bahkan, sampai di barisan depan, jemaah dan imam masjid pun tidak menghiraukan keberadaan pemuda tersebut. Selang beberapa detik, pemuda itu tiba-tiba menampar sang imam yang diketahui beranam Juhri Asyari hingga keluar dari sajadah. 

Seketika itu, Jemaah sontak membatalkan salat dan menangkap pemuda tak dikenal tersebut. Kini sang pemuda itu sudah diserahkan ke polisi.

Imam Juhri Asyari mengatakan, awalnya pelaku memukul pundaknya. Pemuda tersebut bahkan menanyakan, bisa diteruskan enggak sholatnya.

"Awalnya pelaku sempat pukul pundak saya. Saya terkejut dia sempat bilang bisa enggak sholatnya diteruskan. Saya diam saja lanjutkan sholat. Dia kemudian baru pukul wajah saya," ucap Juhri.

Dia mengaaku tidak mengenal sama sekali dengan pelaku. Saat mengetahui dirinya dipukul, sejumlah jemaah langsung membatalkan sholat mengamankan pelaku.

"Waktu saya bergeser karena ditampar, jemaah itu batalkan sholat amankan pelaku. Saya tidak kenal dengan pelaku," ucapnya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, pelaku sudah diamankan di Polsek Tampan. "Pelaku mengalami gangguan kejiwaan," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki