Kronologi Dosen di Bima Bunuh Pacar karena Lamaran Ditolak

Edy Irawan ยท Rabu, 05 Agustus 2020 - 20:15:00 WIB
Kronologi Dosen di Bima Bunuh Pacar karena Lamaran Ditolak
Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono menunjukkan barang bukti dan tersangka saat konferensi pers di Mapolres Bima, NTB, Rabu (5/8/2020). (Foto: iNews/Edy Irawan)

BIMA, iNews.id – Arif Satriadin, dosen di Bima, Nusa Tenggara Barat, menyerahkan diri ke Mapolres Bima Kota setelah kabur dari kejaran warga usai membunuh pacarnya, Intan. Pelaku mengaku khilaf membunuh gadis pujaan hatinya lantaran kecewa lamarannya ditolak orang tua korban.

Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono menjelaskan, kejadian itu berawal saat korban mengantarkan ibunya ke Pasar Raya di Jalan Lintas Dana Traha, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Korban ternyata sudah dibuntuti pelaku. Usai mengantarkan ibunya, korban yang akan kembali ke rumahnya di Kelurahan Kumbe, Rasanae Timur diadang pelaku di tengah jalan. Sempat terjadi cekcok antara korban dan pelaku.

“Pelaku akhirnya menyerang korban membabi buta dengan sepilah pisau hingga mengalami sejumlah luka tusukan,” kata kapolres dalam konferensi pers di Mapolres Bima Kota, Rabu (5/8/2020).

Menurut kapolres, pelaku nekat membunuh korban yang sudah dipacarinya selama empat tahun karena kecewa lamarannya ditolak oleh orang tua korban.

“Usai menikam korban, pelaku langsung melarikan diri untuk menghindari amukan warga yang melintas. Setelah membuang pisau yang dipakai untuk membunuh korban, pelaku menyerahkan diri,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 338 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Pelaku sudah ditahan untuk diperiksa lebih lanjut,” ucapnya.

Sebelumnya, Intan, mahasiswi kesehatan ditemukan tergeletak dengan tubuh berlumuran darah setelah ditikam oleh pelaku Arif Satriadin, dosen perguruan tinggi swasta (PTS) di Bima.

Korban yang tergeletak di tengah jalan raya langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Bima dengan menggunakan mobil pengendara yang melintas untuk mendapat pertolongan medis.

Namun tak berselang lama, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusukan di beberapa bagian tubuh seperti di perut, kepala, kaki dan tangan.


Editor : Kastolani Marzuki