KPU Sulteng Coret 11 Caleg sebagai Peserta Pemilu 2019

Antara ยท Minggu, 14 April 2019 - 13:52 WIB
KPU Sulteng Coret 11 Caleg sebagai Peserta Pemilu 2019
Ilustrasi. (Foto: Okezone)

PALU, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah (Sulteng) mencoret 11 calon anggota legislatif (caleg) DPRD kabupaten dan provinsi di sebagai peserta Pemilu 2019. Suara pemilih yang mencoblos mereka pada pesta demokrasi 17 April nanti dinyatakan tidak sah.

“Delapan adalah caleg DPRD Kabupaten Banggai Laut dan tiga adalah caleg DPRD Sulteng,” kata Ketua KPU Sulteng Tanwir Lamaming, Minggu (14/4/2019).

Dia menjelaskan, 11 caleg tersebut dicoret karena meninggal dunia, tidak memenuhi syarat (TMS), dan dicoret karena terbukti melakukan pelanggaran pemilu berdasarkan putusan pengadilan.

BACA JUGA:

Pemilu 2019, Kapolda Lampung Sebut Ada 6 Kabupaten Rawan

Amankan Pemilu 2019, TNI-Polri Terjunkan 38.000 Personel

Untuk caleg DPRD Kabupaten Banggai Laut, kata Tanwir, telah dicoret sejak beberapa bulan lalu melalui perubahan Surat Keputusan (SK) Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Banggai Laut oleh KPU Kabupaten Banggai Laut.

“Tiga caleg provinsi ini sedang kami buatkan SK Perubahan DCT Anggota DPRD Sulteng. Kami usahakan paling lambat hari ini SK-nya sudah jadi. Untuk delapan caleg DPRD Banggai Laut, lebih jelasnya langsung ditanyakan kepada ketua KPU Banggai Laut,” katanya.

Adapun tiga caleg provinsi yang dicoret KPU Sulteng disebabkan antara lain meninggal dunia dan menindaklanjuti putusan Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Poso dan Sulteng, atas kasus tindak pidana pelanggaran pemilu.

“Dua meninggal, salah satunya caleg DPRD Sulteng dari Partai NasDem Tahmidi Lasahido. Satu caleg dari Partai Hanura Bayu Alexander Montang berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Poso dan Sulteng terbukti melakukan tindak pidana pelanggaran pemilu,” katanya.

Dia menyebut paling lambat Senin (15/4/2019), nama-nama caleg yang dicoret tersebut akan diperbanyak dan dipampang di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sulteng. Dengan begitu, pemilih tidak mencoblos mereka.


Editor : Maria Christina