KPK Buka-bukaan, Terima 392 Laporan Dugaan Korupsi di NTT sejak 2018

Arie Dwi Satrio ยท Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:19:00 WIB
KPK Buka-bukaan, Terima 392 Laporan Dugaan Korupsi di NTT sejak 2018
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengikuti Rakor Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dengan Polda, Kejaksaan Tinggi dan BPKP di Mapolda NTT, Selasa (26/10/2021). (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 392 laporan atau aduan dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 2018 hingga 2021. Dugaan korupsi itu berkaitan dengan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi dengan Polda, Kejaksaan Tinggi dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Mapolda NTT, Selasa (26/10/2021) hari ini.

"Sejak tahun 2018 hingga 2021, terdapat 392 pengaduan masyarakat yang masuk dari Provinsi NTT ke KPK. Paling banyak terkait perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara. Setelah itu, lebih banyak terkait pengaduan umum," ujar Lili.

Ratusan aduan terkait perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang masuk ke KPK tersebut menjadi sorotan tersendiri. Oleh karenanya, Lili meminta bantuan dari aparat penegak hukum (APH) lainnya untuk bisa bersinergi menindaklanjuti aduan tersebut.

Selain itu, Lili yang didampingi jajaran Direktorat Koordinasi Supervisi Wilayah V KPK juga membahas sejumlah permasalahan lainnya. Seperti soal penginputan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). Sebab, Lili mendapat laporan masih ada SPDP yang belum terinput dari jajaran Polda maupun Kejati. 

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: