Korban Tsunami, Pemilik Warung Ini Gratiskan Makan Warga Sekampung

Iskandar Nasution ยท Senin, 31 Desember 2018 - 01:10 WIB
Korban Tsunami, Pemilik Warung Ini Gratiskan Makan Warga Sekampung
Warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten yang menjadi korban tsunami Selat Sunda makan gratis di warung makan milik Iman Satori yang juga ikut jadi korban bencana itu. (Foto: iNews.id/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNews.id – Langkah yang dilakukan Iman Satori (44) warga Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, sangat menginspirasi dan patut diikuti jejaknya.

Meski ikut menjadi korban tsunami Selat Sunda yang meluluhlantakkan desanya, Iman Satori tak lantas terus meratapi bencana itu. Dia berusaha bangkit dan ikut menjadi relawan. Bahkan dengan modal pas-pasan, Iman Satori yang semula membuka warung makan ini menggratiskan biaya makan bagi warga sekampung tiap hari.

Satori menuturkan, aksi sosialnya itu dilakukan karena prihatin dengan kondisi yang menimpa warga desanya. Mereka kelaparan berada di pengungsian saat gelombang tsunami menerjang desanya pada Sabtu (22/12/2018) malam lalu.

“Saat malam kejadian, saya sempat memasak makanan buat warung saya. Pas pagi hari, banyak warga pulang dari ngungsi pada panik dan kelaparan. Saya langsung menyuruh mereka makan di warung gratis,” kata bapak dua anak itu, Minggu (30/12/2018).

BACA JUGA:

Muslimah Asal Gaza Ini Ikut Bantu Korban Tsunami di Banten

Kopassus Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Satori mengaku pernah mencoba meminta bantuan ke beberapa posko bantuan namun permohonannya ditolak dengan alasan di wilayahnya sudah banyak yang meminta bantuan makanan. “Padahal, saya sudah bawa berkas dari RT hingga kelurahan namun pihak posko menolak memberikan bantuan,” ujarnya.

Sejak kejadian itu, Satori membulatkan tekad untuk membantu warga dengan memberi makan gratis. Dia pun mengaku sempat kehabisan uang dan menjual barang berharga miliknya karena warga yang makan di tempatnya kian hari kian bertambah. “Saya sudah minta bantuan ke mana saja, tapi zonk (nihil,” ucapnya berkelakar.

Kini, Satori sudah merasa lega karena buah dari kegiatan amalnya mendapat respons dari banyak kalangan. Mereka datang ke tempatnya untuk memberikan bantuan berupa beras dan sayur mayur.

Menurut Satori, ada ratusan rumah warga yang rusak parah akibat diterjang tsunami. Mereka umumnya dari kalangan nelayan miskin yang sangat membutuhkan makanan.

Hamidah, tetangga Satori mengaku senang dengan kegiatan amal yang dilakukan pemilik warung makan itu. “Saya tiap hari makan di Pak Satori. Semuanya gratis dan dapat susu lagi,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki