Korban Bom di Samarinda Tolak Wacana Pemulangan Eks Anggota ISIS ke Indonesia

Fuji Mustopan ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 10:22 WIB
Korban Bom di Samarinda Tolak Wacana Pemulangan Eks Anggota ISIS ke Indonesia
Novita, orang tua Alvaro korban bom Samarinda, Selasa (11/2/2020) (Foto:iNews/Fuji Mustopan)

SAMARINDA, iNews.id - Wacana pemulangan mantan kombatan ISIS asal Indonesia masih menjadi pro kontra di kalangan masyarakat. Penolakan keras terhadap wacana tersebut datang dari keluarga korban bom Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur.

Penolakan oleh keluarga korban bom gereja ini dilandasi oleh rasa trauma mendalam terhadap aksi terorisme yang menimpa anak balitanya pada 2016 silam.

Selain masih mengalami trauma mendalam atas peristiwa yang mengakibatkan luka permanen pada putranya, orang tua korban juga khawatir eks kombatan ISIS hanya akan menambah ancaman keamanan di Indonesia.

"Sangat menolak, apa yang mereka lakukan sudah kita alami. Mungkin beda yang belum alami. Karena tidak menutup keungkinan, berakar lagi. Di Indonesia bibit banyak, bagaimana lagi kita bisa menerima lagi," kata orang tua korban bom Alvaro, Novita Sagala, di Samarinda, Selasa (11/2/2020).

Novita menilai masih ada benih-benih terorisme yang belum tertangani di Indonesia. Dia berharap pemerintah tidak memulangkan para anggota eks ISIS tersebut.

"Harapan saya sih sebaiknya tidak usah dipulangkan, kan mereka sudah menyatakan bukan WNI. Kan sudah membakar identitas," katanya.

Selain itu, Novita juga menyinggung soal biaya yang harus dikeluarkan negara jika memulangkan eks kombatan ISIS. Pasalnya, selama ini untuk pengobatan putranya yang merupakan korban aksi terorisme tidak mendapat bantuan maksimal dari pemerintah.

"Hanya rumah sakit, itu saja RSUD di Samarinda," katanya.

Novita juga berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat memberi perhatian serius dan tidak abai terhadap masa depan anaknya yang menjadi korban aksi terorisme.

"Dulu ada yang janjikan beasiswa, sampai sekarang nggak ada," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masih mengalkulasi rencana pemulangan 600 warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota ISIS dari Timur Tengah (Timteng). Hitung-hitungan secara matang dinilai penting karena latar belakang ratusan WNI tersebut.

"Sampai saat ini masih dalam proses pembahasan dan nanti sebentar lagi kita akan putuskan kalau sudah dirataskan. Semuanya masih dalam proses. Plus dan minusnya," katanya di Istana Negara Jakarta, Rabu (5/2/2020).


Editor : Muhammad Fida Ul Haq