Kontak Senjata Ganggu Perayaan Nataru, Bupati Intan Jaya Minta TNI dan OPM Tarik Pasukan

Sindonews.com ยท Sabtu, 21 Desember 2019 - 14:30 WIB
Kontak Senjata Ganggu Perayaan Nataru, Bupati Intan Jaya Minta TNI dan OPM Tarik Pasukan
Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni meminta TPN Organisasi Papua Merdeka dan pasukan non-organik TNI Polri meninggalkan wilayah hukum Kabupaten Intan Jaya. (Foto Pemkab Intan Jaya)

INTANJAYA, iNews.id - Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2020, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni meminta Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka dan pasukan non-organik TNI Polri agar meninggalkan wilayah Intan Jaya.

Permintaan ini tertuang dalam dalam Surat Edaran Bupati Intan Jaya No 300/212/Bup tertanggal 20 Desember 2019 yang diteken langsung oleh Bupati Natalis Tabuni.

"Alasannya kontak tembak tersebut mengganggu suasana damai masyarakat dalam dalam merayakan Natal dan Tahun Baru 2020," begitu tulis surat edaran tersebut, Sabtu (21/12/2019).

Surat itu ditunjukkan kepada pimpinan TNI dan Polri Kabupaten Intan Jaya, pimpinan DPRD Kabupaten Intan Jaya, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan Kabupaten Intan Jaya Bupati.

Permintaan Bupati Natalis cukup masuk akal, beberapa hari terakhir memang kerap terjadi kontak senjata antara Satgas Penegakan Hukum (Gakum) TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka.

Bahkan, kontak tembak yang terjadi pada Selasa (17/12/2019) menewaskan dua prajurit Kopassus yang tergabung dalam Satgas Nanggala.

Sementara Kontak tembak yang terjadi, Kamis (19/12/2019). Berdasarkan sumber MNC Media, kontak tembak terjadi dua kali di Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Pertama sekitar pukul 09.11 WIT di Kp Ugimba dan pukul 09.47 WIT di Kp Gamagai juga menyebabkan tiga personel TNI dilaporkan menderita luka.


Editor : Nur Ichsan Yuniarto