KM Arta Illahi Karam Dihantam Ombak di Pulau Mangkut, Nakhoda Hilang

Gusty Eddy ยท Kamis, 01 November 2018 - 21:20:00 WIB
KM Arta Illahi Karam Dihantam Ombak di Pulau Mangkut, Nakhoda Hilang
Tim SAR Ketapang, Kalimantan Barat menyisir Pulau Mangkut lokasi tenggelamnya Kapal Arta Illahi. (Foto: iNews.id/Gusti Eddy)

PONTIANAK, iNews.id - Kapal Motor Arta Illahi yang mengangkut 100 ton garam dari Madura, Jawa Timur tujuan Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) karam di Perairan Pulau Mangkut Kalbar setelah dihantam ombak besar.

Akibat kejadian tersebut, nakhoda kapal Marhan (44) hilang terbawa arus. Sedangkan tujuh ABK dan dua penumpang lainnya berhasil diselamatkan tim SAR dan nelayan. Tenggelamnya kapal tersebut diketahui saat kapal nelayan KM Bunga Barokah melintas di perairan tersebut pada Rabu, 31 Oktober 2018.

"Saat melintas di koordinat 03 165 92 S - 110 149 89 T terlihat barang-barang berupa buah-buahan dan barang lainnya berserakan di laut. Selain itu ditemukannya sejumlah korban sedang berpegangan pada drum penguin yang mengapung," kata Asops Danlantamal XII Kolonel Laut (P) Herianto dalam rilis yang diterima iNews, Kamis (1/11/2018).

Menurut Kol Laut Herianto, para anak buah kapal (ABK) KM Bunga Barokah lalu memberikan pertolongan dan langsung membawa para korban ke Syahbandar Kendawangan, Kalbar. KM Arta Illahi yang dinakhodai Marhan (44) asal Madura, memuat garam seberat 100 ton dengan jumlah ABK tujuh orang dan dua penumpang yakni, AN (27) dan anaknya Nazwa (3).

"Dalam kecelakaan laut itu sebanyak enam ABK dan dua penumpang berhasil diselamatkan. Namun Amar (50) pemilik Kapal KLM Arta Illahi hilang tenggelam terbawa arus," katanya.

Tim SAR Gabungan dengan menggunakan speedboat Syahbandar Kendawangan, Pos TNI AL Kendawangan Jajaran Lantamal XII Pontianak,  Polairud Kendawangan hingga saat ini masih menyisir lokasi antara Pulau Mangkut dan Pulau Gelam.

"Namun karena cuaca buruk Tim SAR kembali ke Pangkalan di Kendawangan, selanjutnya besok pagi dikoordinasikan dengan Basarnas Ketapang untuk meneruskan Operasi SAR," tandasnya.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: