Klarifikasi Letkol Ahmad Faizal soal Tuduhan Penodongan Pistol ke Pimpinan Ponpes di Kolaka

Asdar Lantoro ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 23:45 WIB
Klarifikasi Letkol Ahmad Faizal soal Tuduhan Penodongan Pistol ke Pimpinan Ponpes di Kolaka
Letkol Ahmad Faizal, Jumat (10/1/2020) (Foto: iNews/ Asdar)

KOLAKA, iNews.id - Anggota TNI Angkatan Laut (AL), Letkol Ahmad Faizal memberikan klarifikasi terkait tuduhan penodongan pistol ke pimpinan pondok pesantren (ponpes) Ihya Assunnah di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Ahmad mengaku keberatan dengan informasi yang disebutnya tidak benar tersebut.

"Jadi apa yang beredar sangat memojokkan kami, tidak sesuai dengan fakta yang ada," kata Ahmad di Polres Kolaka, Jumat (10/1/2020).

Ahmad memastikan tidak ada penodongan kepada pimpinan ponpes Ihya Assunnah Muhammad Sutamin. Dia menegaskan gerakan tangan yang terlihat di media sosial sebatas ajakan untuk ikut ke kantor POM AL.

"Jadi yang diviralkan video, tadi sudah dilhat konfirmasi, bahwa gerakan itu, adalah kami menunjuk supaya ikut. 'Kamu ikut masuk ke kendaraan', jadi yang disampaikan ada penodongan senjata api, itu tidak benar," ucap Ahmad.

BACA JUGA:

Viral Oknum TNI Diduga Todong Pistol ke Pimpinan Ponpes di Kolaka Sultra

Panglima Hadi Tjahjanto Perintahkan TNI AL Halau Kapal Asing Pencuri Ikan di Natuna

Terkait bunyi letusan saat ada di POM AL, Ahmad mengatakan bunyi tersebut bukan berasal dari pistol. Tapi berasal dari anak-anak yang sedang bermain petasan.

"Yang bunyi adalah letusan mainan anak-anak. Kebetulan di depan itu ada anak-anak yang sedang bermain," ucap Ahmad.

Dia menyesalkan informasi yang beredar di media sosial. Dia akan melaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Kami juga kan melaporkan hal ini, karena ini pencemaran nama baik. Apalagi kami secara priabdi maupun insititusi disebut ada oknum TNI," ujar Ahmad.

Sebelumnya, sebuah video viral beredar di media sosial yang memperlihatkan keributan yang melibatkan pimpinan pondok pesantren (ponpes) Muhammad Sutamin dan warga bernama Mardin More bersama beberapa anggota TNI AL.

Video tersebut pertama kali diunggah di akun Facebook Abbas Abu Firanda Andirja. Pimpinan ponpes Ihya Assunah Sutarmin membenarkan kejadian tersebut.

Peristiwa yang ada di video tersebut terjadi pesantren yang terletak di Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (9/1/2020). Sutamin mengatakan awalnya Mardin bersama anaknya yang merupakan anggota TNI AL datang untuk menemuinya.

Saat akan diajak bicara baik-baik di kantor, Mardin dan anaknya menolak. Sutamin mengaku sempat ditodong dengan pistol.

"Saya keluar, ternyata saya langsung ditodong dengan senjata dan ancaman. Terjadilah peristiwa seperti di video. Saya ditarik diseret dengan paksa, hampir saya nggak bisa pakai sandal," kata Sutamin, Jumat (10/1/2020).


Editor : Muhammad Fida Ul Haq