Kisah Naja, Penderita Lumpuh Otak yang Hafal Alquran 30 Juz dalam Waktu 10 Bulan

Harikasidi ยท Senin, 20 Mei 2019 - 16:21:00 WIB
Kisah Naja, Penderita Lumpuh Otak yang Hafal Alquran 30 Juz dalam Waktu 10 Bulan
Juri Hafidz Indonesia 2019, Habib Nabiel Al Musawwa mencium tangan Naja, hafiz cilik yang menderita lumpuh otak asal Mataram. (Foto: Youtube Hafiz Indonesia)

MATARAM, iNews.id – Naja, salah satu peserta Hafidz Indonesia 2019 yang ditayangkan RCTI tiap hari di Bulan Ramadan benar-benar memberikan inspirasi terutama bagi anak-anak Muslim Indonesia.

Betapa tidak, Naja yang divonis menderita lumpuh otak atau cerebral palsy mampu menghafal Alquran 30 juz hanya dalam waktu 10 bulan. Di tengah keterbatasan fisiknya, Naja juga mampu mengetahui halaman dan jumlah ayat dan surat Alquran.

Keajaiban yang dialami Naja bahkan membuat para juri Hafiz Quran, seperti Habib Nabiel Al Musawwa dan Abi Amir pun tak sungkan mencium tangan hafiz cilik berusia 9 tahun itu.

Naja merupakan putra pertama dari tiga bersaudara. Anak dari pasangan Agusfian Hidyatullah dan Dahlia Andayani, Warga Gomong Lama, Kelurahan Gomong, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ibunda Naja, Dahlia Andayani menuturkan, Naja lahir prematur dan beberapa bulan setelah lahir divonis menderita cerebral palsy atau kelumpuhan otak. “Naja lahir cesar. Waktu itu, ketuban pecah di dalam perut sehingga harus dioperasi,” tutur Dahlia, Senin (20/5/2019).


Dahlia mengakui sejak dalam kandungan memang ada masalah. “Dari saya sendiri khususnya, waktu itu saya sering ngeflek. Saya sering diminta bedrest sama dokter karena kandungan saya lemah,” katanya.

Setelah lahir, kata dia, Naja pun harus menjalani terapi dan perawatan medis rutin bahkan hingga ke Solo, Jawa Tengah. “Ya, sempat pisah dulu sama ayahnya karena harus dirawat di Solo. Waktu itu umur enam bulan,” ucapnya.

Dahlia mengaku sempat shock begitu mengetahui Naja mengalami cerebral palsy. Otak Naja pun tidak berfungsi maksimal. Naja juga tidak bisa berjalan bahkan untuk makan memerlukan bantuan. Naja tidak bisa melakuan aktivitas fisik dengan sempurna, namun bisa berinteraksi dengan orang di sekitarnya.

“Secara keseluruhan aktivitas harus dibantu mulai dari makan, pakai baju, mandi. Kecuali berhubungan dengan kognitif dia bisa. Naja tidak bisa mengendalikan motorik, tidak bisa terkontrol. Otaknya disebut lumpuh, tapi memorinya kuat sekali bisa menghafal Alquran,” ujarnya.

Dia mejelaskan, Naja mulai dikenalkan Alquran dengan memperdengarkan bacaan murottal sejak usia enam bulan. Namun jauh sebelum itu sejak di dalam kandungan sudah sering diperdengarkan bacaan ayat-ayat suci Alquran.

“Sejak dalam kandungan, kami sering undang santri untuk khataman Alquran. Saya biasanya minum air yang sudah dibacain Quran. Jadi, dia sudah akrab sekali dengan ayat-ayat Alquran,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki