Kesal Tak Dipinjami Rp20.000 untuk Berangkat Kerja, Suami di Jambi Bunuh Istri

Jumalis Ali ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 07:24 WIB
Kesal Tak Dipinjami Rp20.000 untuk Berangkat Kerja, Suami di Jambi Bunuh Istri
Aparat kepolisian mendatangi lokasi pembunuhan untuk olah TKP di Jambi. (Foto: iNews/Jumalis Ali)

JAMBI, iNews.id – Seorang suami di Jambi tega membunuh istri lantaran tak dipinjami uang sebesar Rp20.000. Peristiwa pembunuhan ini dilaporkan tetangga ke polisi dan kini pelaku mendekam di tahanan Mapolres Tanjung Jabung Barat.

Samlam (59) warga Lorong Kenangan Lama RT 04 Kuala Tungkalm Jambi membunuh Arbaiyah (40) yang merupakan istrinya, Senin (3/8/2020).

Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro mengatakan, usai menerima laporan, petugas segera menuju lokasi untuk olah TKP dan menangkap pelaku. Sayang, saat petugas tiba, pelaku telah melarikan diri.

Tim Petir Polres Tanjung Jabung Barat lantas olah TKP dan memasang garis polisi. Sementara jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Daerah Kuala Tungkal untuk diautopsi.

“Ada beberapa barang bukti yang diamankan petugas yakni potongan balok kayu yang diduga kuat sebagai alat untuk menghabisi korban,” katanya, Senin (3/8/2020).

Tidak sampai satu kali 24 jam, pelaku berhasil ditangkap dan digelandang ke Mapolres Tanjung Jabung Barat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Menurut pengakuan pelaku, awalnya bermaksud meminjam uang Rp20.000 kepada istri untuk biaya transportasi ke tempat pelaku bekerja. Namun bukannya mendapatkan pinjaman, korban justru mengeluarkan kata-kata tidak sopan dan menendang kaki pelaku, sehingga memicu pelaku gelap mata,” katanya.

Kepada petugas, pelaku mengakui telah melakukan pemukulan terhadap istrinya dengan balok kayu di bagian kepala berulang kali. Akibatnya korban meninggal dunia.

“Awalnya saya pinjam Rp20.000 tapi tidak dikasih. Malah saya ditendang. Disitu saya kalap,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah